Menhut Tinjau Kesiapan 'Jalan Pulang' Orang Utan di Pulau Salat
Rabu, 19 Mar 2025, 20:35 WIBJakarta - Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni meninjau kesiapan pelepasliaran orang utan (Pongo pygmaeus) di Pulau Salat, Kalimantan Tengah (Kalteng) dan menyebut langkah itu sebagai jalan pulang bagi spesies dilindungi tersebut.
Menurut pernyataan di Jakarta, Rabu, Menhut Raja Juli Antoni mengaku senang dapat ikut dalam kegiatan pra-pelepasliaran orang utan tersebut. Menurutnya, hal itu menjadi bahan evaluasi untuk terus bekerja lebih baik dan menjaga alam.

"Sekali lagi turun ke lokasi seperti ini tidak hanya seremonial, tapi secara pribadi saya juga tergugah, menjadi bahan evaluasi bagi saya untuk bekerja lebih baik, menjaga alam kita, menjaga keanekaragaman hayati kita dan menjaga hutan kita. Sehingga, piring-piring kotor bisa kita bersihkan, bahkan mungkin lebih bersih dari yang diharapkan," ujar Menhut.
Peninjauan dilakukan dalam kunjungan Menhut Raja Antoni pada Rabu yang dimulai dari Dermaga Desa Piliang menggunakan speedboat menuju Pulau Salat. Dalam perjalanan Menhut sempat melihat sejumlah orang utan yang telah dilepaskan.
Di Pulau Salat, Menhut melakukan peninjauan fasilitas dan infrastruktur. Menhut lantas melakukan pra-pelepasliaran satu individu orang utan betina bernama Hanin yang berusia 11 tahun.
Sebelum dilakukan pra-pelepasliaran orang utan yang merupakan hasil penyelamatan dan penyitaan ini terlebih dulu ditempatkan di sekolah orang utan, untuk diajarkan dan memunculkan kembali insting liarnya. Selanjutnya, dilakukan pra-pelepasliaran untuk memantau kesiapan individu orang utan sebelum akhirnya dilepasliarkan.
Terkait kegiatan di Pulau Salat, Menhut menyebutnya menjadi jalan pulang bagi orang utan kembali ke habitat sesungguhnya.
"Pulau Salat ini semacam menjadi jalan pulang bagi orang utan setelah tadi di-rescue, dicek kesehatannya, biar masuk ke sekolah, sekarang masuk ke pra-pelepasliaran dan ini menjadi jalan pulang bagi orang utan yang tentu berharap kembali ke habitatnya," ujarnya.
"Diharapkan mereka memiliki lagi insting liarnya, berjalan dengan baik bisa mencari makan, bisa mengidentifikasi, mana bahaya, mana yang memang predator harus dijauhi. Sehingga, nanti ketika dilepasliarkan ke rimba raya, mereka lebih bahagia, lebih gembira, seperti dikatakan tadi, itulah habitat mereka sesungguhnya," kata Raja Juli Antoni.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara, Ones
Berita Terkait:
-
Tingkatkan Daya Saing, KKP Terbitkan Regulasi Standar Bahan Baku Ikan
-
Ancol Lunar Festival 2026 Hadirkan Beragam Atraksi Tahun Baru Imlek
-
Arus Mudik Lebaran 2026, Pemkab Bekasi Dirikan 18 Pos Pengamanan dan Pelayanan
-
Granit Xhaka Balik ke Premier League, Gabung Sunderland dari Bayer Leverkusen
-
MU Ramaikan Ajukan Tawaran 85 Juta Euro untuk Penyerang Benjamin Sesko
-
Menyambut HUT ke-79 Bhayangkara, Kantor di Sekitar Monas Diminta WFH
-
Jelang Libur Natal, KSOP Benoa Bali Pastikan Kelaikan 67 Kapal Cepat
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.