Kasus Kematian Dokter Magang di RSUD Jambi Diselidiki, DPR Soroti Dugaan Eksploitasi Kerja
Selasa, 05 Mei 2026, 12:50 WIBJakarta -Â Anggota Komisi IX DPR RI Neng Eem Marhamah mendesak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melakukan investigasi menyeluruh terkait kematian dokter magang di RSUD KH Daud Arif, Kuala Tungkal, Jambi, yang diduga mengalami kelelahan berat saat menjalani program internship.
âKami menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya dokter Myta. Kasus ini tidak boleh hanya berhenti pada ucapan belasungkawa. Harus ada investigasi menyeluruh,â ujar Neng Eem di Jakarta, Selasa (5/5).
Ia menilai investigasi penting dilakukan, terutama terkait dugaan adanya eksploitasi kerja terhadap dokter muda tersebut. Neng Eem menyebut terdapat indikasi peserta magang tetap dijadwalkan bertugas meski dalam kondisi sakit.
âAda dugaan eksploitasi kerja yang sangat serius, di mana seorang dokter magang dijadwalkan jaga malam meski dalam kondisi sesak napas berat dan demam tinggi,â katanya.
Neng Eem mendukung langkah Kemenkes yang telah menurunkan tim investigasi terpadu, termasuk Inspektorat Jenderal dan tim ahli profesi. Namun, ia menekankan agar investigasi tidak hanya fokus pada aspek medis, tetapi juga pada tata kelola program magang dan sistem pendampingan di lapangan.
Ia juga mendorong adanya evaluasi nasional terhadap program internship dokter di seluruh Indonesia, termasuk kewajiban skrining kesehatan sebelum penempatan serta pemantauan berkala terhadap peserta.
âKeamanan dan kesehatan dokter muda harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai program magang justru menjadi ajang setor nyawa akibat pengabaian kondisi kesehatan peserta,â ujarnya.
Menurutnya, sistem perlindungan dokter magang perlu diperkuat agar tidak terjadi praktik kerja berlebihan yang mengarah pada eksploitasi. Ia juga meminta Kemenkes membuka hasil audit secara transparan untuk menghindari spekulasi publik.
âKita butuh sistem tenaga kesehatan yang manusiawi. Jika dokter yang menjaga nyawa orang lain justru tidak terlindungi, maka ada yang salah dalam sistem kita,â katanya.
Senada, Anggota DPR RI Netty Prasetiyani juga meminta pemerintah membentuk tim investigasi transparan untuk mengusut kematian dr. Myta Aprilia Azmi yang sedang menjalani program internship di RSUD KH Daud Arif.
âInvestigasi ini bertujuan mengungkap fakta di balik dugaan kelelahan kerja,â ujar Netty di Jakarta.
Ia menegaskan keselamatan dokter merupakan bagian dari keselamatan pasien sehingga perlu evaluasi menyeluruh terhadap sistem internship. Menurutnya, program tersebut seharusnya menjadi proses pembelajaran, bukan beban kerja berlebihan tanpa pengawasan.
Netty juga menyoroti adanya sejumlah kasus kematian dokter muda dalam beberapa bulan terakhir yang dinilai menjadi alarm serius bagi pemerintah untuk memperbaiki sistem.
Menunggu Investigasi
Sementara itu, Kepolisian Daerah (Polda) Jambi menyatakan masih menunggu hasil investigasi Kemenkes terkait kasus tersebut. Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Erlan Munaji mengatakan pihaknya belum menerima laporan resmi dari keluarga korban maupun rumah sakit.
âKami masih berkoordinasi dengan pihak terkait dan menunggu hasil investigasi Kemenkes,â ujarnya.
Kemenkes sebelumnya telah menurunkan tim untuk melakukan audit internal di RSUD KH Daud Arif, termasuk menelusuri jadwal dinas, beban kerja, serta kondisi kesehatan almarhumah selama mengikuti program magang.
Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menunggu hasil resmi investigasi agar tidak menimbulkan informasi yang simpang siur.
- Dokter Magang
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Ganda Putri Dapat Lawan Mudah di Babak Awal German Open
-
Persib Bandung Bisa Kena Sanksi Akibat Ulah Bobotoh Geruduk Lapangan
-
Gara-Gara Embung, Kunjungan ke Pasar Tradisional di Garut Ini Ikut Melejit
-
Selama Ramadhan, MBG Dievaluasi: BPKN Tekankan Kualitas Menu dan Distribusi
-
Tragedi Dokter Magang, MGBKI: Kembalikan Internship sebagai Proses Pendidikan, Bukan Sediakan Tenaga Murah!
-
Buruknya Kualitas Udara Jakarta Masuk 10 Besar Dunia Sabtu Pagi Ini
-
MUI Sikapi Kesepakatan Dagang RI-AS Soal Produk Impor dan Sertifikasi Halal
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.