Krisis Finansial Melanda Kompetisi Sepak Bola Indonesia

Selasa, 18 Mar 2025, 16:55 WIB

JAKARTA- Saat perhatian tertuju kepada tim nasional yang tengah mempersiapkan diri menghadapi laga putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, masalah krisis finansial yang berakibat penunggakan gaji pemain kembali mencuat dalam sepak bola Indonesia. Isu yang sudah lama terjadi ini belum juga menemukan solusi konkret dari PSSI maupun operator kompetisi.

“Pada musim 2012, kampanye solidaritas bertajuk #DeritaMuDeritaKuJuga sempat digaungkan untuk menyoroti nasib para pemain yang gajinya belum dibayarkan. Sayangnya, lebih dari satu dekade berlalu, kondisi masih belum berubah,” tulis Koordinator Save Our Soccer Akmal Marhali dalam akun Instagram pribadinya, Selasa (18/3).

Ket. Foto: Persija — Sumber: ist

Musim ini, temuan dari SOS menunjukkan bahwa total tunggakan gaji pemain klub Liga 2 Indonesia mencapai 8,1 miliar rupiah. Dari 26 klub yang berpartisipasi di kompetisi tersebut, 13 klub tercatat menunggak gaji pemainnya. Hal ini semakin menegaskan bahwa sistem keuangan klub-klub Liga 2 masih jauh dari kata stabil.

Bukan hanya Liga 2 yang bermasalah. Klub-klub Liga 1 pun masih memiliki kasus serupa. “Beberapa tim seperti Persija Jakarta, PSIS Semarang, dan PSM Makassar diketahui masih memiliki kewajiban finansial terhadap pemainnya. Bahkan, beberapa klub seperti Arema FC dan Madura United masih memiliki tunggakan gaji sejak musim 2019 yang belum diselesaikan,” jelas Akmal.

“Kondisi ini menunjukkan bahwa persyaratan finansial sebagai syarat lisensi klub profesional AFC belum dijalankan secara maksimal. Seharusnya, verifikasi keuangan menjadi syarat utama agar klub tidak sekadar bisa berkompetisi, tetapi juga mampu memenuhi kewajibannya kepada pemain dan staf,” sambungnya.

Akmal menegaskan situasi ini menjadi peringatan keras bagi sepak bola Indonesia. Jika masalah finansial klub terus dibiarkan tanpa solusi konkret, maka dampaknya tidak hanya pada pemain tetapi juga pada kredibilitas kompetisi secara keseluruhan. PSSI serta operator liga harus segera membuat kebijakan tegas untuk memastikan klub-klub yang berlaga memiliki keuangan yang sehat dan bertanggung jawab terhadap kontrak pemain.

Sebelumnya kelompok suporter Persija Jakarta, The Jakmania berharap permasalahan internal klub yang termasuk tunggakan gaji segera diselesaikan. Ketua Umum The Jakmania, Diky Budi Ramadhan, mengatakan masalah internal ini terkait dengan macetnya hak pembayaran. Jumlahnya bervariasi, ada yang belum mendapatkan upahnya selama 2 hingga 3 bulan.

“Saya meminta untuk segera menyelesaikannya agar tidak terjadi masalah lain atau masalah yang lebih buruk. Dan, mereka, khususnya manajer dan manajemen, bilang bahwa akan segera diselesaikan,” ujar Diky dalam pernyataan resminya.

“Terkait masalah finansial, kalau saya pribadi sih nggak kaget. Sebab, musim ini, Persija cuma empat kali main di Jakarta International Stadium. Itu pun nggak full house,” ucap Diky.

“Persija sekali full house saat melawan Persib Bandung di Stadion Patriot Candrabhaga. Sisanya bisa dihitung sendiri jumlah income Persija dari tiket. Dari merchandise pun nggak terlalu banyak. Makanya, store Persija pindah ke tempat yang lebih kecil. Dari sponsor juga kayaknya seret. Orang kayaknya juga sedikit yang bikin kartu tabungan Jtrust Persija,” jelasnya.

Diky menilai seluruh pendukung Persija sebenarnya bisa berkontribusi untuk membantu tim kebanggaannya. Caranya beragam. Pertama, membeli tiket pertandingan. Kedua, membeli merchandise resmi. Kemudian, men-support semua sponsor-sponsor Persija dengan membeli produknya. 

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

Berita Terbaru

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

Ada Apa dengan Rekening Dana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu? Polda Metro Jaya Jelaskan

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Parkir Rp60.000 per Jam Bikin Geger, Ini Respons Pramono

Udara Jakarta Terancam Polusi, Pramono Minta Masyarakat Hentikan Kebiasaan Bakar Sampah

Karhutla Makin Serius! Kemenhub Terbitkan 35 Izin Pesawat Asing Bantu Atasi Kebakaran

Bukan Sekadar Diskon! Subsidi Motor Listrik Disebut Bisa Pacu Industri Nasional

Gerak Cepat Atasi Karhutla! Operasi Modifikasi Cuaca Berlanjut, BMKG Kini Bergerak ke Berau

Nasib 193 Pedagang Ikan Kramat Jati Terungkap, Bakal Dipindah ke Lokbin

Bukan Sekadar Kebakaran! Presiden Minta Usut Dugaan Koneksi Pembakar Lahan dan Korporasi

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.