Ini yang Akan Dilakukan PBSI Usai Gagal Jaga Tradisi Juara di All England

Senin, 17 Mar 2025, 22:55 WIB

JAKARTA - Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) mengevaluasi performa para atlet yang berlaga di BWF World Tour Super 1000 All England 2025 setelah pulang tanpa gelar.

Satu-satunya wakil yang mencapai final, pasangan ganda putra Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana, harus puas menjadi runner-up setelah kalah dari wakil Korea Selatan, Kim Won-ho/Seo Seung-jae, dengan skor 19-21, 19-21 di Utilita Arena Birmingham, Inggris, Senin dini hari WIB.

Ket. Foto: Ganda putra Indonesia Leo Rolly Canando/Bagas Maulana bereaksi saat berhadapan dengan rekan senegaranya Muhammad Shohibul Fikri/Daniel Marthin pada babak 16 besar All England 2025 di Utilita Arena Birmingham, Inggris, Kamis (13/3). — Sumber: ANTARA/HO-PBSI

"Kita harus tetap mengapresiasi perjuangan para atlet. Hasil ini akan menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kekurangan yang ada,” ujar Kabid Binpres PP PBSI Eng Hian dalam keterangan tertulis, Senin.

Eng Hian juga mengatakan selain ganda putra, meskipun belum mencapai target, progres yang ditunjukkan cukup positif.

“Para pemain telah berjuang maksimal, dan lawan-lawan yang dihadapi juga tidak mudah," ujar Eng Hian menambahkan.

Pada All England 2025, Indonesia gagal menjaga tradisi selalu membawa pulang gelar juara sejak 2016, kecuali pada 2021 ketika Indonesia tidak berpartisipasi karena COVID-19.

Bahkan, juara bertahan dari sektor tunggal putra Jonatan Christie harus tersingkir lebih cepat di babak kedua. Pun demikian dengan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto yang harus menunda mimpi mencetak hattrick dalam turnamen bulu tangkis tertua di dunia tersebut.

Kini, PBSI pun memfokuskan ke turnamen berikutnya Super 300 Swiss Open yang akan bergulir di St. Jakobshalle Basel, Swiss, pada 18-23 Maret.

Eng Hian berharap Swiss Open bisa menjadi ajang pembuktian bagi para pemain Indonesia untuk bangkit dan meraih gelar.

"Swiss Open memiliki level yang lebih rendah dibanding All England. Meski begitu, beberapa pemain top dunia tetap akan tampil di sana. Ini bisa menjadi tantangan bagi atlet kita untuk membuktikan diri dan meraih hasil lebih baik," ujarnya menambahkan.

Untuk sektor tunggal putra, PBSI memutuskan tidak mengirimkan wakil ke Swiss Open. Hal ini dikarenakan pemain elite telah difokuskan ke turnamen lain seperti Super 300 German Open dan Orleans Masters.

"Untuk Jonatan Christie, dia tidak ikut ke Swiss Open karena pemain yang masuk dalam kategori 'top committed' harus fokus pada turnamen yang diwajibkan oleh BWF," kata Eng Hian.
Kegagalan membawa pulang gelar dari All England 2025 menjadi pukulan bagi Indonesia, mengingat turnamen ini memiliki sejarah panjang bagi bulu tangkis Tanah Air.

Namun, PBSI menegaskan hasil ini akan dijadikan pelajaran untuk meningkatkan performa di turnamen berikutnya.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Alfred, Antara

Berita Terbaru

Tim SAR Gabungan Temukan Seorang ABK yang Hilang di Sungai Musi

Film “Pangku” Raih Tiga Penghargaan Terpuji di Ajang Festival Film Bandung

De Zerbi Minta Maaf atas Kekalahan Tottenham dari Brentford

IKM Fesyen & Kriya Tumbuh 2x Lipat! Kemenperin Genjot Digital Biar Naik Kelas

Bantu Warga Korban Kebakaran Desa Adat Sade, Kemenpar Siagakan Poltekpar Lombok

Tabrakan Beruntun di Tol Senayan, Dua Orang Alami Luka-luka

Dinas Pertanian Kabupaten Lebak: Panen Durian dan Manggis Serap Ribuan Tenaga Kerja 

Belajar Bisnis dari Kisah Yohanes Membangun PepperJo

Libur Panjang Bikin Stasiun Jakarta Padat, 38.842 Penumpang Berangkat Naik Kereta

Bupati Sintang Imbau Warga untuk Peduli dan Hentikan Bakar Hutan dan Lahan

Kerajinan Badui Banjir Pesanan di Bazar Harkop Harnas, UMKM Lokal Raup Omzet

Senangnya! Cerita Komik "Oki dan Nirmala dari Negeri Dongeng" akan Diangkat ke Layar Lebar!

'Perang Dagang' AS vs Kanada, PM Carney Umumkan Tarif Balasan untuk Produk-produk Amerika

Durian Melimpah di Lebak, Pedagang Raup Omzet hingga Rp50 Juta Sehari

Kampung Adat Sade Terbakar, Kemenpar Siapkan Dapur Umum dan Pemulihan Wisata

Karhutla Kalimantan Makin Mengkhawatirkan, BNPB Perkuat Operasi Modifikasi Cuaca dan Armada Pemadaman

Karhutla Makin Mengancam, Kemenhub Fasilitasi Pesawat Asing untuk Perkuat Penanganan

Aturan Baru Florida Bikin Geger! Ngebut Ditilang, Berkendara Lambat Juga Kena

Potensi Karhutla pada Musim Kemarau, BMKG Minta Masyarakat DIY Waspada

Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.