Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

AS Kembali Alirkan Bantuan Militer ke Ukraina Usai Pertemuan Riyadh

📅 Jumat, 14 Mar 2025, 01:10 WIB | Oleh: Tim Redaksi
AS Kembali Alirkan Bantuan Militer ke Ukraina Usai Pertemuan Riyadh Doc: ANGELA WEISS/AFP
Ket. Utusan khusus Donald Trump, Steve Witkoff

WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) di bawah Pemerintahan Presiden Donald Trump kembali melanjutkan bantuan peralatan militer dan intelijen untuk Ukraina setelah Kyiv menerima usulan gencatan senjata 30 hari yang diusulkan oleh AS

Juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS, James Hewitt di Gedung Putih, Rabu (12/3) mengonfirmasi kepada Anadolu bahwa bantuan telah dilanjutkan, hanya satu hari setelah terobosan besar diraih selama pembicaraan antara delegasi AS dan Ukraina di Arab Saudi.

Pengiriman bantuan tersebut, yang sebelumnya disetujui di bawah administrasi Biden, termasuk peluru artileri, senjata anti-tank dan sistem roket artileri mobilitas tinggi (HIMARS), ungkap seorang pejabat AS, yang enggan disebutkan namanya, kepada CNN seperti dikutip dari Antara.

Pengiriman senjata tersebut sempat dihentikan sejak pertemuan antara Presiden Donald Trump, Wakil Presiden AS JD Vance dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Ruang Oval pada 28 Februari, ketika para pemimpin Amerika tersebut memarahi Zelenskyy karena diduga tidak berterima kasih atas bantuan AS selama bertahun-tahun.

Kunjungan Gedung Putih itu kemudian dibatalkan tak lama setelah perselisihan di publik, yang jarang terjadi itu, membuat kesepakatan tentang pengembangan deposit mineral kritis Ukraina yang akan ditandatangani hari itu tidak terpenuhi, namun negosiasi tetap berlanjut.

Sementara itu, Utusan khusus Trump, Steve Witkoff, mengatakan pada Senin bahwa AS tidak pernah menghentikan aliran intelijen untuk tujuan pertahanan Ukraina di tengah pertikaian.

Bahkan, kata Witkoff beberapa senjata, yang dibebaskan setelah pertemuan bilateral pada Selasa antara delegasi AS dan Ukraina di Arab Saudi, sudah berada di Polandia ketika Trump memerintahkan menghentikan bantuan militer.

Menteri Pertahanan Polandia Pawe Zalewski pada Selasa mengatakan di media sosial X bahwa senjata yang disimpan di negara bagian Rzeszow, dekat perbatasan Ukraina, mulai mengalir lagi.

Pejabat Polandia itu mengatakan kepada CNN bahwa kontraktor di Ukraina yang membantu pasukan Kyiv untuk melatih dan memelihara peralatan yang disediakan AS juga telah melanjutkan operasi.

Rebut Lima Permukiman

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Russia pada Rabu (12/3) melaporkan pasukan Russia kembali merebut lima permukiman di wilayah Kursk dalam sehari terakhir.

“Pasukan dari kelompok utara telah membebaskan permukiman Kazachya Loknya, 1-y Knyazhiy, 2-y Knyazhiy, Zamoste, dan Mirnyi dalam sejumlah operasi ofensif,” sebut pernyataan Kementerian Pertahanan.

Ukraina, klaim Russia kehilangan lebih dari 260 tentara dalam pertempuran di wilayah tersebut pada hari itu.

Menurut laporan kantor berita TASS, pasukan Russia telah menguasai distrik-distrik sentral di Kota Sudzha, pusat populasi utama di wilayah Kursk yang diperebutkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Olahraga
Hari Ini Indonesia Berharap...
Nasional
Jenazah ABK KM Arupadhatu I...
Advertisement
Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

24 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.