Tradisi Unik Ramadan di Berbagai Negara
Kamis, 13 Mar 2025, 22:30 WIBJAKARTA - Bulan Ramadan merupakan waktu yang penuh berkah bagi umat Muslim di seluruh dunia. Setiap negara memiliki tradisi unik untuk menyambut dan menjalani bulan suci ini, mencerminkan kekayaan budaya dan kearifan lokal mereka. Misalnya, di Indonesia, sebelum bulan Ramadan dimulai, banyak masyarakat memiliki tradisi untuk ziarah kubur atau nyekar sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur.
Selain itu, tradisi padusan, yaitu mandi di sumber air alami untuk membersihkan diri secara fisik dan spiritual, juga sering dilakukan oleh sebagian masyarakat Indonesia. Tradisi-tradisi ini menjadi bagian dari persiapan menyambut bulan suci Ramadan dengan penuh kebersihan dan kesucian, baik secara lahir maupun batin.
Tradisi ini juga mencerminkan bagaimana bulan Ramadan menjadi waktu yang sangat dinantikan, dengan berbagai cara khas yang dilakukan oleh umat Muslim, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia, untuk merayakan dan memaknai bulan suci tersebut. Dikutip dari Antara, berikut adalah beberapa tradisi unik yang umum dilakukan di berbagai negara.
- Ziarah Kubur dan Padusan di Indonesia

Di Indonesia, menjelang bulan Ramadan, banyak masyarakat Indonesia yang menjalankan tradisi ziarah kubur atau nyekar sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur. Selain itu, tradisi padusan, yaitu mandi di sumber air alami untuk membersihkan diri secara fisik dan spiritual, juga menjadi kebiasaan yang dilakukan oleh sebagian orang.
- Fanous di Mesir

Di Mesir, masyarakat menyambut Ramadan dengan menyalakan lentera warna-warni yang dikenal sebagai Fanous. Tradisi ini bermula pada masa Dinasti Fatimiyah, ketika penduduk Kairo menyalakan lentera untuk menyambut kedatangan Khalifah Al-Mu'izz li-Din Allah. Hingga kini, lentera Fanous menjadi simbol kegembiraan dan persatuan selama Ramadan di Mesir.
- Tabuhan Genderang di Turki

Turki memiliki tradisi unik dengan penabuh genderang yang berkeliling pada malam hari untuk membangunkan umat Muslim saat sahur. Para penabuh mengenakan kostum tradisional Ottoman dan memainkan genderang sambil berjalan di jalanan, memastikan bahwa umat Muslim terbangun tepat waktu untuk sahur.
- Chaand Raat di Pakistan

Di Pakistan, tradisi Chaand Raat dilakukan oleh wanita untuk menyambut Idul Fitri. Setelah hilal terlihat, menandakan berakhirnya Ramadan, wanita akan pergi ke pasar untuk membeli perhiasan dan menghiasi tangan serta kaki mereka dengan henna. Pasar-pasar akan tetap buka hingga larut malam, menciptakan suasana meriah menjelang hari raya.
- Garangao di Qatar

Di Qatar, tradisi Garangao dilakukan pada malam ke-15 Ramadan. Anak-anak mengenakan pakaian tradisional dan berkeliling dari rumah ke rumah sambil bernyanyi dan mengumpulkan permen. Tradisi ini menjadi simbol kegembiraan dan solidaritas komunitas selama bulan suci.
- Tedarus di Brunei Darussalam

Di Brunei, tradisi tedarus sangat populer selama bulan Ramadan. Kegiatan ini melibatkan kunjungan ke masjid atau rumah tetangga untuk membaca Al-Quran secara bersama-sama. Selain meningkatkan pemahaman terhadap Al-Quran, tradisi ini juga mempererat hubungan antar anggota komunitas.
Setiap tradisi yang ada selama bulan Ramadan mencerminkan kekayaan budaya umat Muslim di berbagai negara. Masing-masing negara memiliki cara yang unik dalam merayakan dan menghidupkan bulan suci ini, sesuai dengan budaya dan nilai-nilai lokal mereka.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Deri Henriawan
Berita Terkait:
-
Penertiban Penjual Petasan di Malam Ramadan
-
Santunan Ramadan untuk 1.000 Anak Yatim di Lumajang
-
Malaysia Tetapkan Awal Ramadan pada 19 Februari
-
CFD tetap dilaksanakan selama Ramadhan
-
Buka Puasa Bersama dengan Ramadan Fusion Feast di Hotel Ciputra Jakarta
-
Perayaan Malam Transisi Ramadhan di Bundaran HI
-
Buka Puasa di Grand Aston Puncak, Ada Menu Spesial ala Timur Tengah “Ramadan in Harmony”
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.