• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Perdoski: Perhatikan Alas ...

Perdoski: Perhatikan Alas kaki yang Aman Dipakai saat Banjir

Senin, 10 Mar 2025, 18:03 WIB

JAKARTA - Anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski) dr. Arini Astasari Widodo, Sp.KK mengatakan masyarakat perlu memperhatikan jenis alas kaki yang aman dipakai ketika sedang banyak bencana banjir terjadi.

“Menggunakan alas kaki tertutup saat membersihkan lingkungan pasca banjir sangat disarankan untuk melindungi kaki dari kontaminasi dan cedera,” kata dr. Arini saat dihubungi Antara di Jakarta, Senin.

Ket. Foto: Sejumlah anak main air saat banjir di Kelurahan Kupang, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, Jumat (3/2). — Sumber: ANTARA/Muhammad Fauzi Fadilah

Arini menganjurkan masyarakat untuk memilih sepatu boots berbahan karet atau plastik yang tahan air dan mudah dibersihkan. Tujuannya yakni agar berbagai partikel asing tidak mudah masuk ke dalam pori kulit atau melukai kulit.

Alas kaki yang dikenakan diharapkan dapat menutupi seluruh kaki, bukan sandal terbuka yang dapat membuat air banjir mudah mengenai kulit.

“Pastikan solnya anti-selip agar tidak mudah tergelincir. Setelah digunakan, cuci dan keringkan sepatu dengan benar untuk mencegah jamur dan bau,” ujar Arini.

Ia melanjutkan masyarakat juga perlu menggunakan kaos kaki berbahan katun atau quick-dry untuk menjaga kaki tetap kering.

Arini menambahkan selain pemakaian alas kaki, penting pula bagi masyarakat untuk menjaga kesehatan kulit saat bencana banjir sering terjadi.

Langkah pertama, masyarakat harus segera cuci kulit dengan sabun antiseptik setelah kontak dengan air banjir.

Selanjutnya, keringkan kulit dengan baik terutama di sela-sela jari kaki untuk mencegah infeksi jamur. Gunakan juga pelembap untuk mencegah kulit kering dan iritasi akibat paparan air kotor.

Jika ada luka kecil, Arini menyarankan untuk segera bersihkan dengan antiseptik dan tutup dengan plester untuk menghindari infeksi. Hindari menggaruk area yang gatal, karena dapat memperburuk iritasi dan menyebabkan infeksi sekunder.

Ia menekankan air banjir sering kali sudah terkontaminasi oleh bakteri, virus, jamur, serta zat kimia berbahaya yang bisa menyebabkan infeksi kulit. Selain itu, benda tajam seperti pecahan kaca atau logam tersembunyi di dalam air banjir dapat melukai kaki dan meningkatkan risiko infeksi sekunder.

Terdapat pula beberapa jenis penyakit kulit yang sering muncul akibat kontak dengan air banjir antara lain dermatitis iritan yang menyebabkan peradangan kulit akibat paparan air kotor dan zat kimia dan infeksi jamur (tinea pedis atau kutu air) yang sering terjadi pada kaki yang lembap dalam waktu lama.

Penyakit lain yakni impetigo dan selulitis yang terjadi akibat adanya infeksi bakteri, sehingga luka kecil di kulit dapat menjadi pintu masuk bagi bakteri, leptospirosis yang disebabkan oleh bakteri Leptospira dari air kencing tikus akibat masuk melalui luka kecil di kulit dan menyebabkan infeksi sistemik hingga skabies dan kutu air, yang risikonya meningkat akibat lingkungan yang lembap dan sanitasi yang buruk.

“Bagi yang suka berenang di air banjir, risikonya lebih besar karena kulit terpapar kontaminan dalam waktu lama, meningkatkan kemungkinan infeksi kulit dan penyakit sistemik,” kata dia.

Arini turut mengimbau masyarakat untuk selalu menggunakan alas kaki tertutup saat berjalan di air banjir atau saat membersihkan rumah.

Hindari bermain atau berenang di air banjir, karena menurutnya risiko tidak hanya pada kulit, tetapi juga bisa menyebabkan penyakit lain seperti leptospirosis dan diare.

“Jaga kebersihan tubuh dengan mandi setelah kontak dengan air banjir. Jika mengalami ruam, gatal, atau luka yang sulit sembuh, segera periksa ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat,” ucap Arini. Ant

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Opik

Berita Terbaru

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.