Bupati Manggarai Barat Meminta Siswa Melapor jika Menemukan MBG Tidak Layak
- Program Makan Bergizi Gratis
LABUAN BAJO– Bupati Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT), Edistasius Endi meminta para siswa di Labuan Bajo agar melaporkan kepada petugas jika menemukan makanan yang tidak layak dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ket. Foto bersama Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi bersama siswa SMPN 1 Komodo yang menerima Program MBG di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Doc: ANTARA
"Kalau hari ini atau besok-besok ada makanan yang tidak layak dikonsumsi, mohon disampaikan kepada yang bertugas," katanya dalam keterangan yang diterima di Labuan Bajo, Jumat (7/3).
Ia menyampaikan hal tersebut saat memantau pembagian MBG di SMPN 1 Komodo didampingi Komandan Kodim (Dandim) 1612 Manggarai Letkol Infantri Budiman Manurung, Wakapolres Manggarai Barat Kompol Martinus Pake, Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Komodo Matias Dima, perwakilan TNI Angkatan Laut, dan Badan Gizi Nasional Manggarai Barat.
Di SMPN 1 Komodo program MBG menyasar sebanyak 920 siswa yang terbagi dalam 30 kelas atau rombongan belajar. Penyaluran MBG dilakukan melalui Yayasan Sejahtera Desaku.
Edistasius Endi menjelaskan pembagian MGB merupakan program yang dijalankan menyongsong Indonesia Emas 2045, di mana tiap anak disiapkan menjadi sumber daya manusia yang cerdas, kreatif, dan kompetitif untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara maju.
"Guru punya tugas tambahan bahwa di rumah, anak-anak itu juga harus makan dan jangan hanya makan makanan yang dibagikan di sekolah," ujarnya.
Ia menambahkan kehadirannya sebagai kepala daerah bersama sejumlah pihak agar memberikan semangat bagi para siswa dalam mengikuti Program MBG
Anda mungkin tertarik:
"Kegiatan pemantauan MBG ini perlu dikontrol di awal sampai timbul kesadaran pada masing-masing anak bahwa makan bergizi itu penting," katanya.
Ia juga mengatakan Presiden Prabowo Subianto menginginkan agar anak-anak sebagai generasi penerus bangsa mendapatkan pemenuhan gizi dalam Program MBG.
"Agar setiap anak dapat meneruskan perjuangan, karena kalian adalah masa depan bangsa ini," katanya.
Sementara itu, Pembagian MBG di Labuan Bajo berlangsung di enam sekolah yakni SMPN 1 Komodo, SDIT Persaudaraan Wae Nahi, SD Wae Mata, SDN Lancang, SDN Labuan Bajo 2, dan SDN Batu Cermin dengan jumlah siswa penerima manfaat sebanyak 3.003 orang siswa.