Tiongkok Melarang 'Hidden Debt' Baru

Kamis, 06 Mar 2025, 23:55 WIB
BEIJING - Pemerintah Tiongkok baru-baru ini mengatakan, akan melarang penerbitan obligasi pembiayaan dan proses investasi yang terkait di dalamnya atau lazim disebut sebagai "hidden debt".
"Kami akan memperketat penggunaan obligasi pembiayaan ulang dan proses investasi terkait di dalamnya guna mencegah penyimpangan kebijakan dan bahaya moral. Larangan penerbitan 'hidden debt' baru akan diberlakukan dengan aturan ketat," kata Perdana Menteri Li QIang dalam pembukaan Sidang Kongres Rakyat Nasional Tiongkok (The National People's Congress/NPC) di Balai Agung Rakyat, Beijing, Rabu.
Sidang NPC adalah bagian dari rangkaian sidang parlemen "Dua Sesi" selama 4-11 Maret 2025 yang bertujuan untuk mengkaji laporan kerja pemerintah pusat 2024 dan menetapkan rencana kerja pemerintah Tiongkok pada 2025.
"Hidden debt" (utang tersembunyi) secara sederhana dapat diartikan sebagai pinjaman yang menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi tidak diungkapkan kepada masyarakat atau kreditor lain. Utang tersebut juga sering kali tidak dimasukkan dalam neraca resmi pemerintah.
Lembaga pemeringkat keuangan Fitch Ratings pada Oktober 2024 menyebut ada praktek substitusi utang di Tiongkok atau yang sering disebut sebagai "tukar utang", akan mengurangi beban utang langsung dari "Local Government Financing Vehicles" (LGFV) atau utang pemerintah daerah yang biasa menggunakan badan usaha daerah atau juga disebut sebagai "Hidden debt".
Namun, praktek "tukar utang" utang itu disebut tetapi tidak dapat mengatasi risiko fiskal struktural yang dihadapi oleh pemerintah daerah.
"Kami juga akan secara tegas menegakkan larangan penggunaan badan usaha dan lembaga publik untuk mengumpulkan 'hidden debt' baru. Kami akan dengan tegas melarang transformasi badan usaha tersebut menjadi platform pembiayaan dalam bentuk apa pun dan pendirian platform pembiayaan baru apa pun," ungkap PM Li.
PM Li menyebut pemerintah pusat akan meningkatkan sistem pemantauan utang daerah dan sistem indikator risiko utang pemerintah serta mendirikan lembaga jangka panjang untuk pengawasan terpadu atas utang pemerintah daerah.
Untuk membantu mengatasi risiko utang pemerintah daerah, NPC sudah menyetujui pembiayaan sebesar 6 triliun yuan dalam bentuk obligasi pemerintah untuk tujuan khusus guna menggantikan "hidden debt" yang ada di pemerintah daerah saat ini.
Sudah 2 triliun yuan dari pembiayaan 6 triliun yang dialokasikan pada 2024.
"Dengan dukungan keuangan ditingkatkan untuk mengatasi utang platform pembiayaan dan penertiban lain dilakukan secara bertahap mengurangi jumlah bentuk maupun skala utang dalam 'hidden debt'," ungkap PM Li.
Pada akhir 2024, utang pemerintah pusat yang belum lunas tetap berada dalam batas anggaran yang disetujui oleh NPC yaitu sebesar 35,20 triliun yuan, dengan total mencapai 34,57 triliun yuan.
Sementara utang pemerintah daerah yang belum lunas juga berada dalam batas anggaran yang disetujui oleh NPC, dengan total mencapai 4,75 triliun yuan, termasuk utang yang dikeluarkan untuk menggantikan "hidden debt" yang belum lunas.
Pemerintah pusat juga berupaya secara efektif mencegah risiko gagal bayar utang perusahaan properti dengan meningkatkan pinjaman untuk proyek-proyek properti yang sehat dan memperluas cakupan dan fungsi mekanisme koordinasi untuk pembiayaan properti perkotaan.
Tindakan lain adalah memberikan dukungan finansial untuk platform pembiayaan pemerintah daerah untuk pelunasan utang, pertukaran, dan restrukturisasi serta mendorong transformasi berbasis pasar dan penanggulangan risiko utang.
Tidak ketinggalan pemerintah akan mengambil langkah-langkah tegas untuk menerapkan kebijakan memacu pertumbuhan sektor swasta, secara efektif melindungi hak dan kepentingan perusahaan swasta dan pengusaha sesuai dengan hukum.
"Kami juga akan mendukung individu yang bekerja sendiri dalam mengembangkan bisnis. Inisiatif khusus akan diluncurkan untuk mengatur penegakan hukum terkait perusahaan. Kami tegas untuk mencegah hukum lintas yurisdiksi dan yang tidak sah karena ingin mendapatkan keuntungan," kata dia.

Redaktur: Andreas Chaniago

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.