Gejolak Global Masih Menguat
Rabu, 05 Mar 2025, 10:20 WIBJAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS berpoÂtensi melemah dalam perdagangan tengah pekan ini. SentiÂmen utamanya diperkirakan berasal dari global.
Analis mata uang, Ibrahim Assuaibi melihat investor makin dibuat cemas oleh meningkatnya tensi persagangan antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok. Peningkatan taÂrif atas barang-barang Tiongkok oleh pemerintah AS semaÂkin menegangkan hubungan keduanya.
Bahkan, Tiongkok berjanji akan mengambil tindakan balasan terhadap tarif AS untuk melindungi kepentinganÂnya, sementara Kanada mempersiapkan pembalasannya.
Karenanya, Ibrahim memproyeksikan kurs rupiah terhaÂdap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Rabu (5/3), bergerak fluktuatif namun, ditutup melemah di kisaran 16.430-16.500 rupiah per dollar AS.
Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS daÂlam penutupan perdagangan, Selasa (4/3) sore, di Jakarta menguat 35 poin atau 0,21 persen dari sehari sebelumnya menjadi 16.445 rupiah per dollar AS.
Ibrahim menilai penguatan nilai tukar rupiah dipeÂngaruhi sikap AS yang hendak meredakan konflik antara Ukraina dengan Russia. Perseteruan antara Presiden AS Donald Trump dengan Presiden Ukraina Volodymyr ZelÂenskyy di Ruang Oval dilanjutkan dengan penghentian seÂmentara semua bantuan militer AS ke Ukraina.
âPasar telah melihat semakin jauhnya jarak antara GeÂdung Putih dan Ukraina sebagai tanda potensi meredanya konflik yang dapat berujung pada pencabutan sanksi bagi Rusia,â ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta.
Departemen Luar Negeri dan Keuangan AS disebut sedang menyusun daftar sanksi yang dapat dilonggarkan untuk dibaÂhas dengan perwakilan Rusia dalam beberapa hari mendaÂtang sebagai bagian dari pembicaraan dengan Moskow.
Kendati begitu, kurs rupiah tetap berada dalam bayang-bayang dari sentimen pasar atas kebijakan tarif AS. Trump mengonfirmasi bahwa tarif 25 persen untuk impor dari Meksiko dan Kanada akan tetap berlaku pada 4 Maret 2025. Presiden AS juga menandatangani perintah untuk menaikÂkan tarif atas barang-barang Tiongkok dari 10 persen menÂjadi 20 persen.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara, Muchamad Ismail
Berita Terkait:
-
ITD Summit 2026: TelkomGroup Buktikan AI Bukan Tren, Tapi Alat Kerja Nyata
-
RI Dorong Kemandirian Plastik
-
Bank Indonesia Pastikan “All Out” 24 Jam Jaga Stabilitas Nilai Tukar Rupiah
-
Tak Terkejar, Bayern Muenchen Juara Liga Jerman
-
IMO Imbau Kapal Harus Ekstra Hati-hati di Dekat Selat Hormuz
-
Ragunan Dipadati Wisatawan Berbagai Daerah Saat Libur Panjang
-
Indo Livestock 2026 Expo dan Forum Perkenalkan Grand Championship, Tingkatkan Standar Kompetisi Ternak Nasional.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.