Pangkas Anggaran Jangan Rampas Hak Aktor Pendidikan

Selasa, 25 Feb 2025, 01:25 WIB

JAKARTA - Guru Besar Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada, Agus Sartono, mengatakan, pemotongan anggaran pendidikan, jangan sampai mengabaikan hak-hak aktor utama penggerak sektor pendidikan yaitu guru, dosen, dan tenaga kependidikan. Menurutnya para aktor tersebut memiliki peran penting dalam pendidikan.

“Kalau infrastruktur bisa ditunda 1-2 tahun, tetapi hak guru dan dosen tidak mungkin ditunda, termasuk rekrutmen guru dan dosen untuk mengisi yang sudah pensiun. Kalau ini dibiarkan akan terjadi gap,” ujar Agus, dalam keterangannya, Senin (24/2).

Ket. Foto: Guru Besar Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada, Agus Sartono. — Sumber: istimewa

Dia menilai, jika kesejahteraan guru dan dosen tidak terpenuhi akan berdampak negatif pada lulusan terbaik yang berkeinginan akan meniti profesi sebagai tenaga pengajar. Menurutnya, pendidikan adalah kunci bagi pembangunan peradaban dan kemajuan bangsa, sehingga profesi guru dan dosen harus pada posisi yang terhormat.

“Tanpa pendidikan, tidak akan ada peradaban. Negara maju sudah berkomitmen untuk berinvestasi dalam pengembangan sumber daya manusia,” jelasnya.

Sebagai informasi, pemotongan anggaran oleh pemerintah di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) sebesar 14,3 triliun rupiah dari pagu anggaran yang mencapai 56,6 triliun rupiah. Di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang anggaran awal 33,5 triliun rupiah dipangkas sebesar 8 triliun rupiah hingga menyisakan 25,5 triliun rupiah.

Agus juga mengingatkan, jika pemotongan anggaran bisa berdampak pada bantuan dana beasiswa, termasuk beasiswa KIP Kuliah (KIP-K), beasiswa Daerah 3T, beasiswa ADik dan ADEM. Beasiswa tersebut, disebutnya sebagai instrumen untuk memutus rantai kemiskinan dan memperkecil kesenjangan sosial.

“Apabila anggaran beasiswa dipangkas tentunya semakin mempersulit masyarakat miskin untuk mengakses pendidikan tinggi,” terangnya.

Dia menilai pemangkasan bisa memaksa PTN untuk menaikkan uang kuliah tunggal (UKT). Menurutnya, jika intervensi pemerintah berkurang, PTN tetap mesti memenuhi kebutuhan dosen dan tenaga kependidikan. “Maka ini bisa menjadi dilema yang memicu gejolak di kampus,” tuturnya.

Dia sangat berharap pemangkasan harus dilakukan secara selektif. Dalam pandangan idealnya, pengurangan anggaran sebaiknya menyasar pada program yang bersifat administratif.

“Pengurangan pada program-program yang tidak berdampak langsung pada mutu pendidikan seperti pengurangan anggaran untuk perjalanan dinas, studi banding, seminar dan sebagainya,” katanya.

  • pemangkasan anggaran

Redaktur: Sriyono

Penulis: Muhamad Ma'rup

Berita Terbaru

BNPB Evakuasi Lansia Korban Gempa Pulau Palue ke RSUD Maumere, Begini Kondisinya

Mau Bayar Pajak Kendaraan Bermotor? Ini 14 Lokasi Samsat Keliling Jadetabek Senin

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

Cabai Rawit Makin Pedas! Harga Capai Rp69.950/Kg dan Telur Ayam Rp29.250

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.