Raih Kinerja Cemerlang, Ekonomi dan Keuangan Syariah pada 2024 Catat Tren Positif

Minggu, 23 Feb 2025, 19:25 WIB

JAKARTA - Indonesia memiliki potensi besar dalam ekonomi dan keuangan syariah, didukung oleh populasi muslim terbesar di dunia, kebijakan pemerintah yang proaktif, serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap prinsip ekonomi Islam.

Dengan berbagai potensi tersebut, Indonesia berpeluang menjadi pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia jika dapat mengatasi tantangan dan mengoptimalkan peluang yang ada.

Ket. Foto: Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti (tengah) di Jakarta, Jumat (21/2/2025). — Sumber: ANTARA/HO-Departemen Komunikasi BI

Bank Indonesia (BI) mencatat kinerja ekonomi dan keuangan syariah (eksyar) Indonesia terus menunjukkan tren positif sepanjang 2024, sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional.

Sektor unggulan halal value chain (HVC) tercatat terus tumbuh dan menopang lebih dari 25 persen ekonomi nasional, didorong oleh kinerja sektor makanan-minuman halal dan fesyen Muslim, pariwisata ramah Muslim, dan pertanian.

“Ke depan, selaras dengan upaya mendukung Astacita, berbagai program penguatan ekosistem HVC melalui program pendampingan, pemberdayaan, maupun peningkatan literasi produk halal diharapkan mampu meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, mendorong kewirausahaan, serta mengembangkan industri kreatif,” kata Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti dalam keterangan resminya, di Jakarta, Jumat (21/2).

Kinerja positif ditunjukkan dari capaian intermediasi perbankan syariah yang juga terus mencatat pertumbuhan positif dan menunjukkan ketahanan industri keuangan syariah.

Hal itu tercermin dari pembiayaan perbankan syariah yang mencatatkan pertumbuhan 9,87 persen year on year (yoy) pada Desember 2024 dan kinerja keuangan sosial syariah pada 2024 tumbuh 4,7 persen (yoy).

Di samping itu, Indeks Literasi Eksyar 2024 berdasarkan survei yang dilakukan BI, juga meningkat menjadi 42,84 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 28,01 persen.

Berbagai capaian ini telah terangkum dalam Kajian Ekonomi dan Keuangan Syariah Indonesia (KEKSI) 2024 yang diluncurkan pada Jumat, di BI, Jakarta.

Destry menyampaikan bahwa BI berkomitmen mendukung pengembangan eksyar melalui bauran kebijakan BI. Pada 2025, kebijakan eksyar akan ditempuh sejalan dengan dukungan BI pada Astacita.

Salah satu kebijakan tersebut berupa penguatan operasi moneter syariah, di antaranya dari sisi instrumen, pelaku pasar, dan regulasi untuk mempengaruhi kecukupan likuiditas di pasar uang dan pasar valas syariah (PUVA), selaras dengan penerbitan Blueprint Pengembangan Pasar Uang dan Pasar Valas (BPPU) 2030.

Selain itu, kebijakan kedua, yakni BI menjaga kewajiban giro wajib minimum (GWM) dan penyangga likuiditas makroprudensial (PLM) bank umum syariah untuk mendorong peningkatan likuiditas perbankan syariah, masing-masing sebesar 7,5 persen dan 3,5 persen, lebih longgar dibandingkan kewajiban pada bank umum konvensional sebesar 9 persen dan 5 persen. Tak hanya itu, perbankan syariah juga turut memperoleh manfaat dari instrumen Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM).

Dalam rangka pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, BI bekerja sama dengan pemangku kepentingan lainnya juga menyelenggarakan Bulan Pembiayaan Syariah 2025.

Kegiatan tersebut difokuskan untuk mendorong skema pembiayaan syariah inovatif integrasi komersial-sosial berbasis wakaf, seperti cash waqf linked deposit (CWLD) dan/atau pembiayaan perumahan di atas tanah wakaf untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dengan skema sukuk linked wakaf (SLW).

Rangkaian kegiatan Bulan Pembiayaan Syariah dimulai dari forum sinergi dan kolaborasi lintas K/L dan industri jasa keuangan syariah hingga penjualan produk halal bagi pelaku usaha syariah serta kesepakatan bisnis dan pembiayaan. Rangkaian kegiatan akan terus berlangsung hingga pelaksanaan 12th Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) pada Oktober 2025 mendatang.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Dibangun Bersama Guru Disabilitas, Papan Tulis AI Buatan Siswa Bandung Raih Juara Google

Pertamina Lubricants Layani Ganti Oli Gratis untuk 1.000 Pengemudi Ojol

Atas Perintah Presiden Prabowo, Menhut Raja Antoni Turun Langsung Tangani Karhutla Kalbar.

Atasi Kekeringan di Lamongan, PU Normalisasi 1,6 KM Sungai & Kerahkan Pompa

Ekosistem Terbuka Dinilai Penting untuk Memperluas Penerapan Agentic AI

Genjot Literasi Pajak Generasi Muda, IKPI Gelar Lomba Cerdas Cermat Nasional

Rumah Sekunder Makin Terjangkau secara Riil, tetapi Stok Hunian Kian Terbatas

Trump Sebut Iran “Runtuh Total”, AS Siapkan “D-Day Ekonomi” untuk Teheran

81 Miles for Indonesia, XLSmart Hubungkan Negeri lewat 5G dan Semangat Berbagi

Kelola Penuaan Kulit secara Personal dengan Pendekatan Perawatan Berlapis

Yili Tebarkan Keceriaan HUT RI ke-81 kepada 2.000 Anak di Lima Rusun

Gokuniku Resmi Buka di Jakarta, Hadirkan “Japan’s Ultimate Meat Experience”

Pendakian Gunung Sindoro, KPALH Gandawesi Bawa Pesan Jaga Alam.

Lansia Terdampak Gempa Manggarai Jadi Perhatian, Khofifah Dorong Pendampingan Psikososial.

Pemprov DKI Boyong 23 UMKM Binaan ke Pameran CISMEF 2026 di Guangzhou Tiongkok

Mau Tahu Rahasia Kecantikan Kulit dan Rambut Korea, Saksikan di BXc 2 pada 27 Agustus Mendatang

Aplikasi GoPay Hadirkan Fitur DBL Indonesia, Meriahkan Kompetisi Basket Pelajar se-Indonesia

Wujud Kepedulian BUMN, TelkomGroup Salurkan Bantuan Rp1,3 Miliar untuk Korban Gempa NTT

Resmikan Jaksinema Pasar Rumput, Wagub Rano Minta Bioskop Mini Rp15 Ribu di Tiap Rusun

Debt Collector Paksa Masuk ke Dalam Mobil, Piting Leher dan Ancam Pengemudi

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.