- Home
-
- Luar Negeri
-
- Trump Rombak Pentagon, Ket...
Trump Rombak Pentagon, Ketua Kepala Staf Gabungan Dipecat
Sabtu, 22 Feb 2025, 15:55 WIBWASHINGTON - Presiden AS Donald Trump pada Jumat (21/2) memecat ketua Kepala Staf Gabungan, Jenderal Angkatan Udara CQ Brown, dan mengeluarkan lima laksamana dan jenderal lainnya dalam perombakan kepemimpinan militer AS yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Trump mengatakan dalam sebuah posting di Truth Social, ia akan mencalonkan mantan Letnan Jenderal Dan âRazinâ Caine untuk menggantikan Brown. Rencana itu melanggar tradisi dengan menarik seorang purnawirawan untuk menjadi perwira militer tertinggi.
Presiden juga akan mengganti kepala Angkatan Laut AS, posisi yang dipegang oleh Laksamana Lisa Franchetti, wanita pertama yang memimpin dinas militer, serta wakil kepala staf angkatan udara, kata Pentagon.
Ia juga mencopot hakim advokat jenderal untuk Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara, posisi penting yang memastikan penegakan keadilan militer.
Keputusan Trump memicu pergolakan di Pentagon, yang sudah bersiap menghadapi pemecatan massal staf sipil, perombakan dramatis anggaran, dan perubahan penempatan militer di bawah kebijakan luar negeri baru Trump, âAmerica Firstâ.
Sementara kepemimpinan sipil Pentagon berganti dari satu pemerintahan ke pemerintahan berikutnya, anggota berseragam angkatan bersenjata AS bersikap apolitis dan menjalankan kebijakan pemerintahan Demokrat dan Republik.
Brown, perwira kulit hitam kedua yang menjadi penasihat militer berseragam utama presiden, sedang menjalani masa jabatan empat tahun yang akan berakhir pada September 2027.
Seorang pejabat AS mengatakan Brown dibebastugaskan dengan segera, sebelum Senat mengonfirmasi penggantinya.
Reuters pada bulan November menjadi yang pertama melaporkan pemerintahan Trump yang baru berencana melakukan perombakan besar-besaran pada petinggi negara, dengan melakukan pemecatan termasuk Brown.
Anggota parlemen Demokrat mengecam keputusan Trump.
"Memecahkan pimpinan yang berseragam sebagai bentuk uji kesetiaan politik, atau karena alasan terkait keberagaman dan gender yang tidak ada kaitannya dengan kinerja, mengikis kepercayaan dan profesionalisme yang dibutuhkan oleh prajurit kita untuk mencapai misi mereka," kata Senator Jack Reed dari Rhode Island, petinggi Demokrat di Komite Angkatan Bersenjata Senat.
Perwakilan Seth Moulton, seorang Demokrat dari Massachusetts, mengatakan pemecatan itu "tidak mencerminkan nilai-nilai Amerika, tidak patriotik, dan berbahaya bagi pasukan dan keamanan nasional kita".
"Inilah definisi dari politisasi militer kita," katanya.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: CNA
Berita Terkait:
-
Trump Minta Juru Runding AS Tidak Terburu-buru Capai Kesepakatan dengan Iran
-
Trump dan Xi Jinping Gelar Pertemuan di Beijing
-
Trump Ingin Tiongkok Belanja Lebih Banyak Energi dari AS
-
AS akan Menarik 5.000 Tentaranya dari Jerman
-
Trump dan Xi Jinping Sepakat Selat Hormuz Tetap Terbuka Tanpa Pungutan
-
Trump akan Tampil di Paspor Edisi Terbatas Ulang Tahun AS ke-250
-
Trump akan Bicara dengan Pemimpin Taiwan Pasca Kunjungan ke Beijing
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.