Komnasdik Kaltim Dorong Kebijakan untuk Jembatani Kesenjangan Pendidikan di Era Digital

Jumat, 21 Feb 2025, 03:09 WIB

SAMARINDA - Komisi Nasional Pendidikan (Komnasdik) Kalimantan Timur mengajak seluruh pemangku kebijakan pendidikan untuk bersama-sama menjembatani kesenjangan yang terjadi di era digital saat ini. Terlebih dengan keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Provinsi Kaltim.

1740067323_9201ff5022602bf8a599.jpg

Ket. Foto: — Sumber: Antara

“Kami menyadari bahwa di era digital ini, pendidikan karakter memiliki peran yang sangat penting. Namun kita juga tidak bisa menampik adanya tantangan dan kekurangan dalam sistem pendidikan kita,” kata Ketua Komnasdik Kaltim Masdudi di Samarinda, beberapa waktu lalu.

Masdudi menyampaikan bahwa Komnasdik Kaltim sebagai mitra pemerintah dan masyarakat memiliki peran penting dalam mencatat dan menampung aspirasi serta masukan dari berbagai unsur di lapangan. Masukan-masukan ini kemudian akan dirumuskan menjadi rekomendasi yang akan disampaikan kepada pemangku kebijakan, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Ia mencontohkan, wilayah-wilayah yang berada di pedalaman seperti Mahakam Ulu, Kutai Barat, dan sebagian Kutai Timur mengalami kesulitan dalam menerima dan menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi dibandingkan dengan wilayah perkotaan.

“Kami berusaha menjembatani kesenjangan ini. Jangan sampai ada perlakuan yang tidak adil atau tidak merata bagi masyarakat di seluruh Kalimantan Timur,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Komnasdik Kaltim Sri Mulyati menambahkan bahwa salah satu fokus utama dalam pendidikan saat ini adalah pendidikan karakter. Pendidikan karakter bertujuan untuk mewujudkan siswa yang memiliki integritas dan bermartabat. “Perubahan-perubahan dalam dunia pendidikan tidak bisa kita hindari. Kita harus adaptif dengan perubahan tersebut,” kata Sri Mulyati.

Menurutnya, yang terpenting adalah bagaimana para guru sebagai pendidik dapat melaksanakan tugas dan amanah dengan baik. “Yang terpenting adalah bagaimana guru dapat mendampingi anak-anak kita, mencerdaskan bukan hanya mentransfer ilmu pengetahuan, tapi juga nilai-nilai karakter,” ujarnya.

Sri Mulyati juga menekankan pentingnya peran guru sebagai role model bagi siswa. Nilai-nilai karakter tidak hanya ditransfer melalui platform pembelajaran, tetapi juga melalui contoh dan perilaku guru sehari-hari.

Sementara itu, Pemprov Kaltim berupaya menggenjot status Aparatur Sipil Negara (ASN) bagi seluruh guru honorer di wilayahnya.“Saya mengusulkan ke Pemerintah Pusat untuk meng-ASN-kan guru-guru dan makin lama makin naik jumlahnya,” ujar Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik di Samarinda, beberapa waktu lalu.

Akmal Malik menilai bahwa guru memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan masa depan daerah. Oleh karena itu, kesejahteraan dan kejelasan karier mereka menjadi hal yang patut diperjuangkan.Akmal Malik menegaskan bahwa Pemprov Kaltim akan terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan di daerahnya.

Ia berharap, dengan menjadi ASN, para guru dapat lebih fokus dalam menjalankan tugasnya untuk mencerdaskan generasi muda Kaltim. “Pemerintah Daerah tidak mendorong guru menjadi ASN itu keterlaluan,” tegasnya.

Akmal Malik merasakan betapa tidak enaknya kalau status itu digantung dan sangat menyakitkan.“Maka kita minta dan kita mengajukan 9.456 dengan berbagai formasi yaitu CPNS 261 orang, Tenaga Guru 2.649 orang, Tenaga Kesehatan 1.255 orang dan Tenaga Teknis 5.291 orang,” sebutnya.

Akmal bersyukur 9.456 sudah ada kuotanya dan sudah disetujui. Untuk tenaga guru dari 2.649 orang dan terpenuhi 1.400 orang. “Masih ada seribu lebih yang belum, dan diharapkan bisa terpenuhi pada tahap kedua seleksi PPPK, khususnya untuk tenaga guru nanti,” paparnya.  Ant/S-2

Redaktur: Sriyono

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.