- Home
-
- Luar Negeri
-
- PM Italia Minta Uni Eropa ...
PM Italia Minta Uni Eropa Tidak Ambil Sikap Bertentangan Dengan AS
Kamis, 20 Feb 2025, 01:05 WIBJAKARTA - Perdana Menteri (PM) Italia, Giorgia Meloni mengatakan bahwa Uni Eropa (EU) seharusnya tidak mengambil sikap yang akan bertentangan dengan kebijakan Amerika Serikat (AS) terhadap Ukraina.Â
Menurut kantor berita milik pemerintah Italia, ANSA melaporkan bahwa dalam pertemuan darurat para pemimpin Eropa tentang Ukraina yang digelar di Paris dan turut dihadiri Italia, Meloni, mengatakan bahwa tidak senang dengan format pertemuan yang dilakukan secara terbatas.
Negara-negara Uni Eropa kata Meloni tidak mengikutsertakan negara-negara Baltik dan Nordik, padahal mereka yang paling rentan terhadap risiko perluasan perang di Ukraina.
Pertemuan tersebut jelas Meloni tidak dapat dilakukan dalam format âanti-Trumpâ, karena AS kata Meloni sedang berupaya mencapai perdamaian. Uni Eropa tegas Meloni seharusnya melakukan bagiannya dalam konteks tersebut.
Selama pertemuan, Meloni juga menyatakan penentangannya terhadap pernyataan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer tentang kemungkinan pengiriman pasukan penjaga perdamaian Eropa ke Ukraina.
âTawaran itu akan menjadi solusi yang paling rumit dan paling tidak efektif, terutama tanpa jaminan keamanan yang memadai untuk Ukraina,â kata Meloni.
Oleh sebab itu, perlu melakukan eksplorasi yang lain terutama yang melibatkan AS. âDalam konteks Euro-Atlantik itulah keamanan Eropa dan Amerika dibangun,â katanya.
Sebelumnya, para pemimpin Eropa berkumpul pada Senin (17/2) di tengah kekhawatiran yang dipicu oleh keterlibatan langsung Presiden AS, Donald Trump dengan Russia dan niat pemerintahannya untuk mengecualikan Uni Eropa dari perundingan damai Ukraina.
Para pemimpin Inggris, Jerman, Polandia, Italia dan Denmark, serta Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara (North Atlantic Treaty Organization/NATO), Mark Rutte dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, turut hadir dalam pertemuan tersebut.
Komunikasi Erat
Setelah pertemuan tingkat tinggi AS dan Rusia di Riyadh, Arab Saudi, Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio melakukan panggilan telepon dengan para mitranya di Eropa pada Selasa (18/2). Pertemuan AS dan Russia itu menimbulkan kekhawatiran di kalangan sekutu AS di Eropa karena mereka tidak dilibatkan dalam pembicaraan.
Menurut pernyataan juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Tammy Bruce, Rubio memberikan penjelasan kepada menteri luar negeri Perancis, Jerman, Italia, dan Inggris, serta Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri, mengenai hasil pembicaraan dengan Russia terkait upaya mengakhiri perang di Ukraina.
âKelompok ini sepakat untuk tetap berkomunikasi erat dalam upaya mencapai akhir konflik yang berkelanjutan di Ukraina,â kata Bruce seperti dikutip dari Antara.
Redaktur: Vitto Budi
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Putin Berterima Kasih kepada Trump, Upaya Damai Russia-Ukraina Masuk Babak Baru
-
Drone Jet Russia Makin Canggih, Pertahanan Udara Ukraina Kewalahan Hadapi Serangan dari Langit
-
Jepang Kembali Buang Air Limbah Nuklir Fukushima ke Laut
-
Baku Tembak Dua Badan Intelijen Ukraina: Tiga Luka, Zelenskyy Murka
-
Dapur Gizi RSSA Malang Terbakar, Layanan Makanan Pasien Dialihkan ke Katering
-
LRT Jabodebek Targetkan 30 Juta Penumpang pada 2026
-
Kontingen Indonesia Siap Berlaga di Asian Games 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.