Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Divergensi Ekonomi Global Berlanjut di Tengah Ketidakpastian Tinggi

📅 Kamis, 20 Feb 2025, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Divergensi Ekonomi Global Berlanjut di Tengah Ketidakpastian Tinggi Doc: antara
Ket. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo

Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyampaikan divergensi ekonomi dunia berlanjut dengan ketidakpastian global yang tetap tinggi.

“Perekonomian Amerika (AS) diperkirakan tetap kuat ditopang oleh konsumsi rumah tangga seiring upah dan produktivitas yang tinggi serta perbaikan investasi,” kata Perry dalam konferensi pers hasil rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Bulan Februari 2024 di Jakarta, Rabu (19/2).

Seperti dikutip dari Antara, ekonomi Eropa, Tiongkok, dan Jepang masih lemah dipengaruhi permintaan domestik yang belum kuat serta kinerja eksternal yang menurun sejalan dengan perekonomian global yang melambat dan dampak dari implementasi kenaikan tarif impor oleh AS.

Perry menambahkan ekspansi ekonomi India juga tertahan akibat proses konsolidasi fiskal dan investasi yang belum kuat.

"Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi dunia tahun 2025 diperkirakan sebesar 3,2 persen," kata dia.

Di sisi lain, ketidakpastian pasar keuangan global tetap tinggi dipengaruhi kebijakan tarif impor AS yang lebih cepat dan lebih luas dari perkiraan semula serta arah kebijakan Bank Sentral Amerika.

Pertumbuhan ekonomi dan inflasi AS yang tinggi berdampak pada ekspektasi penurunan Fed Fund Rate (FFR) yang lebih terbatas.

Kebijakan fiskal Amerika  yang lebih ekspansif mendorong imbal hasil atau yield US Treasury tetap tinggi, meskipun sedikit menurun akibat naiknya permintaan investor global terhadap US Treasury.

Perkembangan tersebut menyebabkan besarnya preferensi investor global untuk menempatkan portofolionya ke AS.

Indeks mata uang dollar AS masih tinggi dan menekan berbagai mata uang dunia.

"Ketidakpastian global yang tetap tinggi ini terus memerlukan penguatan respon kebijakan yang terus ditingkatkan sehingga dapat memitigasi dampak rambatannya untuk menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi domestik," kata Perry.

1739985189_2df84174ef792366b1e4.jpg

Turun Sekali

Lebih lanjut, BI memperkirakan FFR hanya turun sebanyak satu kali sebesar 25 basis poin (bps) pada awal semester II tahun ini.

Perry menyampaikan, perkiraan tersebut diperoleh berdasarkan bacaan BI atas perkembangan ekonomi AS serta pernyataan dari Ketua The Fed Jerome Powell.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Luar Negeri
Aksi Jual Pasar Teknologi M...

Wabah Ebola di Kongo Telah Tewaskan 4.381 Jiwa

18 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Wabah Ebola di Kongo Telah ...

BMKG Prediksi El Nino akan Bertahan hingga Awal 2027

23 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
BMKG Prediksi El Nino akan ...
Advertisement
Penumpang LRT Sumsel Diimbau Kenakan Masker

Penumpang LRT Sumsel Diimbau Kenakan Masker

15 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.