Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Danantara, Mendorong Transisi Energi, Mewujudkan Kemandirian Energi

28 Rabu, 19 Feb 2025, 00:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Danantara, Mendorong Transisi Energi, Mewujudkan Kemandirian Energi Danantara, Mendorong Transisi Energi, Mewujudkan Kemandirian Energi Doc: istimewa
Ket. Pengamat Energi Baru dan Terbarukan (EBT), Surya Darma menuturkan Danantara diharapkan dapat mempercepat pembiayaan transisi energi jika fungsinya termasuk mendukung pembiayaan energi terbarukan.

JAKARTA - Peluncuran Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) pada 24 Februari mendatang memberi sinyal positif terhadap masa depan pengembangan energi terbarukan dan program pensiun dini pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

Pengamat Energi Baru dan Terbarukan (EBT), Surya Darma menuturkan Danantara diharapkan dapat mempercepat pembiayaan transisi energi jika fungsinya termasuk mendukung pembiayaan energi terbarukan. "Danantara akan dapat menjadi motor utama dalam pendanaan proyek energi terbarukan dan program pensiun dini PLTU," ucapnya di Jakarta, Selasa (18/2).

Danantara yang mengkonsolidasikan aset dari berbagai BUMN (Badan Usaha Milik Negara), ujarnya, dapat dijadikan jaminan untuk pembiayaan transisi energi. Hal ini akan mempercepat masuknya investor asing ke berbagai proyek energi hijau berkelanjutan.

Dengan demikian, lanjutnya, Danantara dapat menjadi super investment vehicle yang mendorong percepatan realisasi investasi di berbagai sektor, termasuk energi terbarukan.

"Harapan kita adalah skema investasi dari Danantara dapat fleksibel, agar dapat menarik minat investor untuk berinvestasi dalam proyek-proyek energi terbarukan untuk mempercepat pengembangan energi terbarukan di Indonesia," ucap Surya Darma.

Dirinya sepakat jika Danantara mampu merangkul berbagai mitra strategis dan menarik masuknya investasi ke dalam negeri, sehingga dapat menjadi sumber pembiayaan alternatif bagi BUMN untuk mengembangkan proyek-proyek energi terbarukan. Sebab, selama ini hampir tidak ada lembaga perbaikan nasional yang membiayai proyek energi terbarukan.

Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa sepakat bahwa Danantara bisa membantu mempercepat pensiun dini PLTU. Menurutnya, Danantara memiliki potensi untuk meningkatkan pembiayaan pembangunan energi terbarukan di Indonesia yang dimotori oleh PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan Pertamina.

Namun, dia memperingatkan jangan sampai Danantara justru menjadikan PLTU PLN sebagai underlying asset utk mendapatkan pendanaan. Adapun underlying aset yakni aset yang bernilai ekonomis yang menjadi dasar penerbitan instrumen investasi.

"Jadi aset PLTU ini justru yang harus diganti dengan energi terbarukan," tandas Fabby.

Mekanisme Pendanaan

Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Fahmy Radhi menegaskan bantuan Danantara jangan hanya sebatas CSR (Corporate Social Responsibility). "Itu ga ada nilainya dan ga ada artinya. Harus dalam bentuk investasi supaya serius. Kalau sebatas CSR itu artinya ga serius," tukasnya.

Apabila Danantara menggelontorkan investasi untuk transisi energi ini, setidaknya itu memberi pesan kepada investor lain bahwa masa depan transisi energi di Indonesia sangat prospektif, sehingga mereka ikut bergabung mendorong akselerasi transisi.

Seperti diketahui, Presiden Prabowo Subianto saat jumpa pers di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/2), berharap Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara pada 24 Februari 2025 menjadi wadah konsolidasi semua kekuatan ekonomi nasional yang ada di Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Daya berarti energi atau kekuatan, sementara Anagata berarti masa depan. Dengan demikian, Danantara berarti energi atau kekuatan untuk tanah air atau Nusantara. Danantara ini kekuatan ekonomi, dana investasi yang merupakan energi, kekuatan masa depan Indonesia. Kekayaan negara dikelola, dihemat untuk dan cucu kita,” kata Presiden.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Uni Eropa Dekati Kanada unt...
Luar Negeri
Sedang Viral! Diaspora Indo...

Dishub Tangsel Tindak Parkir Liar yang Kian Menjamur

19 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Dishub Tangsel Tindak Parki...
Nasional
BMKG: Cuaca Panas Indonesia...

Menbud Ajak Masyarakat Rawat Persatuan Bangsa

29 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Menbud Ajak Masyarakat Rawa...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
RI Bidik E50, 320 Pabrik Etanol Baru Dibutuhkan untuk Pangkas Impor Energi  Triliunan Rupiah

RI Bidik E50, 320 Pabrik Etanol Baru Dibutuhkan untuk Pangkas Impor Energi Triliunan Rupiah

28 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.