Petenis Top Dunia Khawatirkan Aturan Sanksi Doping

Selasa, 18 Feb 2025, 06:38 WIB

ABU DHABI - Petenis peringkat lima dunia, Jessica Pegula, menilai bahwa pe­nanganan kasus doping yang melibatkan Jannik Sinner dan Iga Swiatek mengungkapkan bahwa prosesnya benar-benar kacau. Sementara itu, petenis nomor satu dunia, Aryna Sabalenka, mengaku kehilangan kepercayaan terhadap sistem antidoping dalam tenis dan kini merasa khawatir.

Kasus panjang Sinner mencapai akhir pada Sabtu (15/2) lalu setelah menerima larangan bertanding selama tiga bulan. Petenis nomor satu dunia itu mengakui adanya tanggung jawab atas kesalahan timnya yang menyebabkan dirinya dua kali dinyatakan positif memakai zat clostebol pada Maret tahun lalu.

Ket. Foto: Petenis peringkat lima dunia, Jessica Pegula — Sumber: AFP/Martin KEEP

Awalnya, Sinner berpotensi dihukum dua tahun setelah Badan Anti-Doping Dunia (WADA) mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) terhadap keputusan Badan Integritas Tenis Internasional (ITIA) yang membebaskannya dari kesalahan pada bulan Agustus. Namun, dalam langkah mengejutkan, WADA menarik bandingnya dan mencapai kesepakatan dengan Sinner untuk menerima larangan bertanding selama tiga bulan.

Dalam pernyataannya, WA­DA menegaskan bahwa Sinner tidak berniat curang, tetapi tetap harus menjalani hukuman karena ia bertanggung jawab atas tindakan timnya.

Di sisi lain, Swiatek menerima larangan satu bulan setelah dinyatakan positif mengkonsumsi trimetazidine (TMZ), obat jantung yang masuk dalam daftar zat terlarang.

Petenis asal Polandia berusia 23 tahun itu sebelumnya menarik diri dari tur Asia WTA pada bulan September-Oktober dengan alasan masalah pribadi.

Sebagai finalis US Open tahun lalu sekaligus anggota Dewan Pemain WTA, Pegula menilai ada banyak ketidakkonsistenan dalam cara kasus doping ditangani, yang menciptakan lingkungan tidak adil bagi para petenis.

“Saya merasa, entah Anda percaya dia bersalah atau tidak, atau di pihak manapun Anda berada, proses ini se­pertinya sama sekali bukan proses yang jelas. Keputusan yang diambil seolah hanya berdasarkan faktor tertentu yang mereka pilih, dan aturan dibuat sesuka hati. Saya benar-benar tidak mengerti bagaimana sistem ini bisa dianggap adil bagi para pemain, ketika aturannya terus berubah dan tidak konsisten,” ujar Pegula di Dubai, Minggu (16/2) waktu setempat.

Pegula juga menilai bahwa email yang dikirimkan kepada para pemain mengenai kasus doping hanya berisi alasan-alasan yang dibuat-buat, seolah menjadi cara bagi otoritas antidoping untuk membenarkan keputusan yang tidak konsisten. ben/AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

Berita Terbaru

UMKM Tegal Punya Harapan Baru, OJK Perkuat Akses Pembiayaan

Awal yang Baik bagi Madrid Bersama Mourinho Usai Tundukkan Espanyol

Program-program Unggulan Gorontalo akan Menuju Laut

Banjarmasin 5 Abad, Festival Tari Jadi Cara Rawat Tradisi Banjar

NU Menegaskan akan Menolak Penggunaan Uang dalam Muktamar. Politik Uang Itu Moral Bobrok

Jangan Tertipu! BP3MI Sulsel Ingatkan Warga Pilih Jalur Resmi Kerja di Luar Negeri

Awal yang Cantik di Periode Kedua, Mourinho bawa Madrid Kalahkan Espanyol 2-1

Lima Mahasiswa UI Bikin Gebrakan di AS, Jadi Satu-satunya Tim S-1 di Program Geosains Dunia

Mandi di Pantai Tuturuga Berujung Petaka, 4 Orang Terseret Ombak

Niat Awal Ingin Inspeksi, GM Pelindo Maumere Justru Berjibaku Selamatkan Korban Gempa Jatuh ke Laut

Hebat Prestasi Mendunia! Lima Mahasiswa UI Tembus Program Geosains di Houston

Jalan layang Bomang Buka Akses Warga Bojonggede dan Parung Langsung ke Cibinong

Pemkot Pariaman dan KKP Koordinasi Realisasikan Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih

Beras Indonesia Surplus 3,67 Juta Ton, Kok Harga di Daerah Masih Bisa Rp30 Ribu?

Inter Milan Rekrut Curtis Jones dari Liverpool, Kontrak hingga 2031

Kirab Ancak Agung Jember Kembali Bikin Sejarah, Rekor MURI Berhasil Dipecahkan!

Pemprov Gorontalo Perkuat Sektor Agro Maritim

Sungai Musi Bersih, Kota Palembang Asri! Wali Kota Dorong Aksi Peduli Lingkungan

Pemkot Palu Sasar 31.316 Penerima Manfaat Bantuan Pangan

Hasil Liga Spanyol: Mourinho Awali Periode Kedua di Madrid dengan Kemenangan 2-1 Atas Espanyol

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.