Hamas dan Israel Tuntaskan Pertukaran Sandera-Tahanan Keenam di Gaza

Minggu, 16 Feb 2025, 08:55 WIB

KHAN YOUNIS - Israel dan Hamas menyelesaikan pertukaran tahanan dan sandera Gpada Sabtu (15/2) di bawah kesepakatan gencatan senjata.

Seorang jurnalis AFP melihat orang-orang Hamas bertopeng dan bersenjata mengarak para sandera di atas panggung di kota Khan Yunis, selatan Gaza.

Ket. Foto: Tiga sandera diserahkan Hamas ke Palang Merah di Khan Younis, Jalur Gaza, Sabtu, 15 Februari 2025. — Sumber: AP

Tiga sandera – warga Israel-Amerika Sagui Dekel-Chen, warga Israel-Russia Sasha Trupanov, dan warga Israel-Argentina Yair Horn – membuat pernyataan ke mikrofon sebelum diserahkan ke Palang Merah Internasional dan dibawa pulang ke wilayah Israel, setelah ditahan selama lebih dari 16 bulan.

Sambil memegang tas hadiah yang diberikan oleh para penyandera, ketiga pria itu, diapit oleh para pejuang, menyerukan agar pertukaran sandera lebih lanjut dituntaskan berdasarkan kesepakatan gencatan senjata.

Tak lama setelah itu, satu bus penuh tahanan meninggalkan Penjara Ofer Israel dan disambut oleh kerumunan warga Palestina yang bersorak-sorai di kota Ramallah, Tepi Barat, seorang jurnalis AFP melaporkan

Lebih banyak bus membawa narapidana dari penjara Israel di gurun Negev ke Jalur Gaza.

Pertukaran hari Sabtu merupakan yang keenam kali sejak gencatan senjata berlaku pada 19 Januari. Pertukaran terjadi setelah Hamas mengancam akan menghentikan pembebasan sanderia atas dugaan pelanggaran Israel. Sementara Israel mengancam akan melanjutkan perang jika hal itu terjadi.

Dari 251 orang yang disandera selama serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 di Israel yang memicu perang, 70 orang masih berada di Gaza, termasuk 35 orang yang menurut militer Israel tewas.

Pembebasan yang terbaru menciptakan air mata kebahagiaan di antara teman-teman dan anggota keluarga.

"Akhirnya, Sasha dapat dikelilingi oleh orang-orang yang dicintainya dan memulai jalan baru," kata keluarga Trupanov, salah seorang sandera, dalam sebuah pernyataan.

Fase Selanjutnya

Pada hari yang sama, ratusan warga Palestina yang dibebaskan oleh Israel mencapai Khan Yunis, Gaza selatan, tempat mereka membuat tanda kemenangan dan melambai kepada kerumunan yang bersorak kegirangan.

Di Tepi Barat, seorang narapidana yang dibebaskan, Amir Abu Radaha, berkata: "Saya telah kembali ke keluarga saya dan saya kembali lagi sebagai orang baru, terlahir kembali."

Didakwa dengan tuduhan sengaja menyebabkan kematian dan menjadi anggota organisasi ilegal, menurut catatan kementerian kehakiman Israel, Abu Radaha telah menghabiskan hampir 32 tahun di penjara.

Menurut kelompok advokasi Klub Tahanan Palestina, mereka yang akan dibebaskan termasuk 36 orang yang menjalani hukuman seumur hidup, 24 di antaranya akan dideportasi berdasarkan ketentuan perjanjian gencatan senjata.

Orang-orang yang dideportasi, dengan kepala gundul, tiba dengan bus di sisi perbatasan Mesir, seorang koresponden AFP melaporkan.

Negosiasi mengenai gencatan senjata tahap kedua, yang dimaksudkan untuk menetapkan langkah-langkah menuju akhir perang yang lebih permanen, diperkirakan akan dimulai minggu depan.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, yang negaranya merupakan pendukung utama Israel dan salah satu mediator gencatan senjata, tiba di Israel Sabtu malam menjelang pembicaraan yang diharapkan dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengenai gencatan senjata.

Netanyahu mengucapkan terima kasih kepada Presiden AS Donald Trump pada hari Sabtu atas "dukungan penuh"-nya dalam kebuntuan minggu ini dengan Hamas.

Trump telah memperingatkan "neraka" akan terjadi jika semua sandera Israel tidak dibebaskan dari Gaza paling lambat Sabtu siang.

"Sikap tegas Presiden Trump menyebabkan pembebasan tiga sandera kami hari ini, meskipun Hamas sebelumnya menolak untuk membebaskan mereka," kata kantor Netanyahu.

Juru bicara Hamas Hazem Qassem mengatakan AS "harus memaksa" Israel untuk mematuhi kesepakatan gencatan senjata "jika Israel benar-benar peduli dengan kehidupan para tahanan (sandera)".

Kelompok kampanye Israel, Forum Sandera dan Keluarga Hilang, memperingatkan tentang "runtuhnya" kesepakatan tersebut.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

Berita Terbaru

Perang Dagang AS-Kanada Memanas: Mark Carney Siapkan Bea Masuk Produk Washington

Xabi Alonso Yakin Cole Palmer Tampil Menawan Bersama Chelsea Jelang Laga Lawan Fulham

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.