Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Efisiensi Penting Demi Jaga Stabilitas dan Pertumbuhan

📅 Jumat, 14 Feb 2025, 11:56 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Efisiensi Penting Demi Jaga Stabilitas dan Pertumbuhan Doc: istimewa
Ket. Prof. Rosdiana Sijabat saat menyampaikan orasi ilmiah dalam acara pengukuhannya sebagai Guru Besar Bidang Ekonomi Bisnis, Fakultas Administrasi Bisnis dan Ilmu Komunikasi Universitas Atma Jaya pada 5 Februari 2025

JAKARTA-Profesor Ekonomi Bisnis Unika Atma Jaya, Rosdiana Sijabat mengatakan, efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah merupakan terobosan penting dan strategis demi menjaga stabilitas anggaran dan pertumbuhan.

"Ini mencerminkan keberanian pemerintah menata tata kelola fiskal,"ucap Rosdiana yang baru dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ekonomi Bisnis, Fakultas Administrasi Bisnis dan Ilmu Komunikasi Univ. Atma Jaya tersebut pada Koran Jakarta, Jumat (14/2).

Dari perspektif positif ujarnya, pemerintah memang harus melakukan efisiensi anggaran. Sebenarnya memang ini penting untuk mendukung program program prioritas pemerintah yang diutamakan Presiden seperti halnya program MBG. 

Ini juga merupakan efek dari tidak jadi naiknya PPN 12 persen secara umum. Jadi harus ada cara bagi pemerintah di antara berbagai kewajiban kewajiban pemerintah misalkan utang jatuh tempo di tahun ini yang sekitar 800 triliun, kemudian belum defisit anggaran. "Cost economy ini, yang paling mungkin dilakukan iya efisiensi. Salah satu mungkin dampaknya mungkin ke kementerian/lembaga,"ujarnya

Pengamat Ekonomi Salamudin Daeng mengatakan, efisiensi ini cara untuk bisa keluar dari goverment budget shutdown. Jangan boros ujarnya harus menjadi sebuah paradigma baru yang perlu diselami oleh para birokrasi pemerintahan dan pelaku ekonomi yang selama ini memang menjalankan kerjasama program dan proyek dengan pemerintah.

Dia juga mendorong agar anggota kabinet lebih hati hati dalam menyampaikan pernyataan, sebah cara komunikasi pemerintah dari awal sudah salah yakni mengunakan pemotongan atau penghematan anggaran. 

Pernyataan tersebut dipandang oleh pasar sebagai pernyataan krisis atau resesi. "Pernyataan semacam ini berbeda sama sekali maknanya dengan pernyataan pemerintah untuk mengurangi atau menghilangkan korupsi APBN,"ujarnya

 Pemerintah harusnya meyakinkan publik dan internasional bahwa akan menaikkan belanja. Sebagaimana perusahaan perusahan setiap tahun akan mengumumkan kenaikan capital expenditure (Capex) untuk menambah kepercayaan masyarakat dan investor.

Bukan Hambatan

Sebelumnya, Asosiasi CEO, Pemimpin Bisnis dan Industri Indonesia atau Indonesian Business Council (IBC) menyatakan efisiensi anggaran pemerintah bukan menjadi suatu hambatan dalam memajukan perekonomian nasional sehingga target pertumbuhan 8 persen tetap bisa diwujudkan.

Ketua Dewan Pengawas IBC, Arsjad Rasjid di Jakarta, Rabu (12/2) mengatakan dengan diterapkan efisiensi anggaran melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025, justru membuat pendanaan yang dimiliki negara lebih efektif untuk mendorong pertumbuhan.

“Efisiensi itu kan kalau lebih efisien lebih baik. Ini kan hanya bagaimana menargetkan anggaran supaya mana yang bisa men-drive growth,” katanya.

Dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1/2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD 2025, Presiden Prabowo Subianto meminta penghematan anggaran hingga 306,69 triliun rupiah. Sementara, untuk belanja kementerian/lembaga (K/L), Presiden Prabowo memerintahkan efisiensi sebesar 256,1 triliun rupiah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.