Berdampak Negatif, Menkes Dukung Upaya Pembatasan Media Sosial bagi Anak
Senin, 03 Feb 2025, 03:06 WIBJAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin mendukung berbagai upaya pembatasan media sosial (medsos) bagi anak Indonesia, karena dinilai memiliki banyak dampak negatif bagi anak.

Foto: Antara
âKenapa kami di (Kementerian) Kesehatan sangat mendukung untuk pembatasan (anak) dari akses ke media sosial digital, karena satu masalah kesehatan mental, kesehatan jiwa yang kita sudah lihat,â kata Menkes Budi di sela-sela kegiatan Karya Cipta Lagu Pembelajaran Anak Usia Dini (Kicau) di Jakarta, Minggu (2/2).
Menkes Budi mengatakan gangguan mental pada anak yang disebabkan oleh media sosial diakibatkan oleh paparan secara berlebihan yang diakibatkan, sehingga anak-anak mereka melihat sesuatu yang mempengaruhi kondisi jiwa dan mentalnya.
Ia menjelaskan hal yang dilihat umumnya bisa dalam bentuk perundungan atau bullying, ataupun bentuk ajakan dalam melakukan sesuatu yang tidak benar.
âNah, yang kedua isu kesehatannya bapak/ibu, adalah kesehatan psikomotorik, kesehatan verbal,â ujarnya.
Menkes Budi menjelaskan saat ini banyak anak-anak yang terlambat bicara, atau umumnya dikenal sebagai speech delay, yang menyebabkan Indonesia memerlukan banyak terapi wicara.
âSesudah kita skrining, kenapa terlambat bicara? Karena terlampau banyak aktivitasnya itu tidak bermain dengan teman-temannya secara sosial biasa, tetapi menghabiskan waktunya melihat gadget,â paparnya.
Oleh karena itu, untuk mendeteksi adanya berbagai gangguan mental anak tersebut Menkes Budi menyebutkan ke depannya program Pemeriksaan Kesehatan Gratis Hari Ulang Tahun juga akan mencakup skrining kesehatan kejiwaan anak.
âKe depannya, Kementerian Kesehatan akan melakukan skrining (kesehatan) jiwa di program cek kesehatan gratis bagi anak-anak. Kita akan segera mulai,â ungkap Menkes.
Terkait hal tersebut, sebelumnya Menteri ÂKomunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid Âmengemukakan bahwa aturan pembatasan penggunaan media sosial Âdibutuhkan untuk melindungi anak-anak dari risiko paparan konten negatif di ruang digital.
Sebab, jelas dia, ancaman kejahatan terhadap anak di dunia maya sekarang Âsemakin kompleks, pemerintah menyiapkan regulasi untuk meningkatkan perlindungan anak di ruang digital.
âKeamanan dan perlindungan anak di dunia digital sangat penting,â kata Meutya Hafid. Â Ant/S-2
Redaktur: Sriyono
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Harga Minyak Mentah Anjlok Setelah Iran Umumkan Selat Hormuz "Terbuka" Selama Gencatan Senjata
-
New York Knicks Unggul 3-2 atas Atlanta Hawks
-
Harga Emas Antam pada Jumat (17/4) Turun Rp20.000 Menjadi Rp2,868 Juta/Gr
-
Cedera Achilles, Ekitike Terancam Absen di Piala Dunia 2026
-
BMKG Imbau Waspadai Gelombang Tinggi 2,5 Meter di Perairan Wakatobi
-
Presiden Prabowo Jenguk Korban Kecelakaan KA di RSUD Bekasi
-
Pemerintah Kabupaten Kubu Raya Bakal Bangun Pasar Induk Modern
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.