Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Junta Militer Perpanjang Status Darurat

📅 Sabtu, 01 Feb 2025, 02:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Junta Militer Perpanjang Status Darurat Doc: AFP/MYANMAR MILITARY
Ket. Panglima militer Myanmar, Min Aung Hlaing, saat mengumumkan perpanjangan status darurat dalam pertemuan Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional di Naypyidaw, Jumat (31/1).

YANGON - Junta Myanmar pada Jumat (31/1) mengumumkan perpanjangan keadaan darurat selama enam bulan, empat tahun setelah merebut kekuasaan yang memicu perang saudara yang telah merenggut ribuan nyawa.

Negara ini terjerumus dalam konflik berdarah dan melibatkan banyak pihak yang bermula dari kudeta 1 Februari 2021, yang mengakhiri eksperimen demokrasi selama 10 tahun.

Saat ini junta militer tengah berjuang untuk membendung perlawanan bersenjata terhadap kekuasaannya, menderita serangkaian kerugian di medan perang selama setahun terakhir akibat aliansi kelompok bersenjata etnis minoritas di utara dan barat negara tersebut.

Dewan militer yang berkuasa yang dipimpin oleh panglima militer Min Aung Hlaing dengan suara bulat menyetujui perpanjangan tersebut, kata tim informasi junta dalam sebuah pernyataan.

"Seluruh anggota Dewan Pertahanan dan Keamanan Nasional, termasuk panglima tertinggi dan penjabat presiden, memutuskan secara serempak untuk memperpanjang keadaan darurat selama enam bulan lagi," kata pernyataan itu.

Pemilu tidak dapat diselenggarakan dalam keadaan darurat, sehingga pemilu yang telah lama dijanjikan junta akan diselenggarakan pada 2025 tidak akan dilaksanakan hingga paling cepat paruh kedua tahun ini.

Min Aung Hlaing mengatakan kepada dewan penguasa bahwa perdamaian dan stabilitas masih dibutuhkan sebelum keadaan darurat dapat dicabut dan pemilihan umum diadakan.

Para kritikus dan pemerintah Barat mengatakan bahwa pemilu apapun yang diselenggarakan di bawah naungan junta tidak akan bebas maupun adil.

Junta militer merebut kekuasaan setelah melontarkan tuduhan tak berdasar terkait kecurangan dalam pemilu 2020 yang dimenangkan secara telak oleh Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) pimpinan Aung San Suu Kyi.

Status darurat telah diperpanjang beberapa kali sejak saat memerangi kelompok bersenjata etnis minoritas dan Pasukan Pertahanan Rakyat prodemokrasi yang baru.

Laporan AAPP

Menurut kelompok pemantau Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP) sudah lebih dari 6.000 warga sipil telah terbunuh sejak kudeta, dan lebih dari 20.000 ditangkap.

Pada Kamis (30/1) lalu, Mekanisme Investigasi Independen PBB untuk Myanmar (IIMM) mengatakan kejahatan internasional yang serius telah terjadi dalam empat tahun sejak kudeta.

Konflik tersebut telah memaksa lebih dari 3,5 juta orang meninggalkan rumah mereka, sementara sekitar 19,9 juta orang atau lebih dari sepertiga penduduk Myanmar, akan membutuhkan bantuan kemanusiaan pada tahun 2025, menurut PBB.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
Olahraga
Alcaraz Berpeluang Jumpa Va...

Kabut Asap Karhutla Masih Selimuti Palangka Raya

55 menit yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Kabut Asap Karhutla Masih S...
Advertisement
Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

11 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.