Waspada Hujan Ekstrem Jakarta Utara

Jumat, 31 Jan 2025, 01:15 WIB

JAKARTA – Potensi hujan ekstrem atau sangat deras akibat fenomena La nina lemah juga mampu meningkatkan volume banjir pesisir (rob) di pesisir Jakarta Utara. Untuk itu,Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) minta wawrga kawasan pesisir Jakarta Utara untuk melalukan segenap upaya antisipasi menghadapinya.

“Volume banjir rob kawasan pesisir akan meningkat ketika hujan deras terjadi berbarengan dengan fase pasang maksimum air laut,” tandas Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG, Eko Prasetyo, di Jakarta Kamis (30/1).

Ket. Foto: Arsip - Warga saat melintasi jalan yang tergenang banjir di Desa Mejobo Kudus Jawa Tengah, Kamis (30/1). — Sumber: ANTARA/Yusuf Nugroho

“Intensitas curah hujan dampaknya untuk daerah pesisir lebih parah, bila terjadi berbarengan dengan fase pasang maksimum. Volume bertambah ketika terjadi pasang maksimum,” katanya. Eko mengungkapkan bahwa peningkatan curah hujan tidak ada kaitannya dengan tinggi gelombang air laut. Jadi, aktivitas pelayaran kapal nelayan atau transportasi laut cenderung masih kondusif.

Namun, potensi banjir rob ini, menurut dia, akan berdampak pada aktivitas masyarakat di pesisir secara umum. Contoh, aktivitas tambak garam dan perikanan darat. Kemudian, berdampak pada aktivitas seperti bongkar muat pelabuhan.

Sebelumnya, BMKG mendeteksi keberadaan fenomena atmosfer seperti Maden Julian Oscilliation (MJO) di Samudera Hindia mengarah ke wilayah Indonesia. Ini secara umum sekarang dalam periode puncak musim hujan bersamaan dengan fenomena La Nina lemah.

Menurut Eko, kondisi tersebut berpotensi membawa hujan ekstrem atau sangat deras lebih dari 50 mm per jam pada 28 Januari sampai dengan pekan pertama bulan Februari. Ini akan terjadi khususnya di wilayah Jakarta, Jawa Barat, dan Sumatera Barat.

Sementara itu, pada saat yang bersamaan, tim maritim BMKG juga mendeteksi adanya fenomena Bulan baru dan Perigee (jarak terdekat bulan ke bumi) pada 29 Januari- 2 Februari yang berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum dan menjadi banjir rob di sejumlah daerah. Selama periode tersebut, banjir rob berpotensi menyasar wilayah Pesisir Indonesia, termasuk pesisir Jakarta (mayoritas daerah pesisir Jakarta Utara).

BMKG menyarankan kepada masyarakat, khsusunya yang beraktivitas di kawasan pesisir atapun lereng perbukitan untuk terus mengikuti perkembangan cuaca harian yang dilaporkan tim prakirawan cuaca BMKG. Mereka perlu mengecek setiap tiga jam. “Patuhi petunjuk penanggulangan dampak bencana oleh petugas dari instansi pemerintah terkait daerah masing-masing,” pinta Eko.

Urusi Pengungsi

Sementara itu, Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusufmeninjau langsung dapur umum dan posko bencana untuk menangani banjir di beberapa wilayah Jakarta. Dia bersama Dinas Sosial Provinsi Jakarta, Pemkot Jakarta Utara, melihat langsung dapur umum untuk melayani korban banjir. 

Saifullah Yusuf menyebutkan terdapat tiga wilayah yang cukup luas terdampak banjir: Jakarta Timur, Jakarta Utara, dan Jakarta Barat. “Saat ini beberapa pendamping terus melayani korban banjir agar bisa mengakses bantuan dengan baik,” tutur Saifullah.

Dapur umum melayani 3.000 pengungsi beberapa tempat di Jakarta Utara. Lebih dari 30 personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) juga dikerahkan untuk mengoperasikan dapur umum. “Untuk Jakarta, kami mendirikan lima dapur umum, termasuk di Jakarta Utara ini,” ujar Mensos.

Posko Tagana yang didirikan antara lain di posko pengungsian Rusun Embrio untuk tanggap darurat bencana banjir. Kemensos berkolaborasi dengan Dinas Sosial Provinsi Jakarta akan terus kerja sama mencukupi kebutuhan korban banjir.

“Kita memiliki buffer stock di Dinsos tingkat provinsi dan kota,” kata Mensos.

Prosedur penanganan bencana yang dilakukan mulai dari tahap evakuasi oleh TNI dan Polri. Sedangkan Kemensos berperan menyediakan shelter logistik dan pengungsian. Mensos juga turut mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam masa kedaruratan seperti TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Tagana, hingga relawan. “Terima kasih kesediaannya membantu dalam kondisi kedaruratan seperti ini,” tutur Mensos.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka, Antara

Berita Terbaru

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.