- Home
-
- Luar Negeri
-
- Semoga Ini Jadi Awal Perda...
Semoga Ini Jadi Awal Perdamaian, Bangkok Konfirmasi Pembebasan Lima Sandera Thailand di Gaza
Jumat, 31 Jan 2025, 00:07 WIBIstanbul - Bangkok pada Kamis mengonfirmasi pembebasan lima sandera Thailand di Gaza dengan mengungkapkan apresiasi mendalam kepada para mediator atas upaya mereka dalam membebaskan warganya yang ditahan sejak Oktober 2023 di wilayah Palestina yang terkepung.
Kementerian Luar Negeri Thailand mengatakan bahwa mereka telah menerima konfirmasi dari Kedutaan Besar Kerajaan Thailand di Tel Aviv bahwa 5 lima sandera Thailand telah dibebaskan hari ini.
"Mereka sekarang sedang dipindahkan ke rumah sakit untuk perawatan medis di mana pejabat dari Kedutaan Besar dan Kementerian Luar Negeri akan melakukan perjalanan untuk memfasilitasi dan segera menghubungi keluarga mereka di Thailand," kata kementerian tersebut dalam sebuah pernyataan.
Organisasi Intelijen Nasional Turki (MIT) pada Kamis mengamankan pembebasan lima sandera Thailand yang ditahan oleh kelompok Palestina Hamas di Gaza.
Menurut sumber keamanan, operasi tersebut dilakukan berdasarkan perintah langsung dari Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang terlibat dalam upaya diplomatik untuk menyelesaikan konflik di Gaza.
Kementerian Luar Negeri Thailand mengungkapkan ucapan selamat yang tulus kepada keluarga sandera yang dibebaskan, serta mengucapkan apresiasi mendalam kepada Qatar, Mesir, Iran, Turki, AS, dan negara-negara sahabat lainnya.
Kementerian itu juga menyampaikan apresiasi kepada Komite Internasional Palang Merah dan semua pihak yang terlibat atas peran penting dalam pembebasan sandera Thailand di Jalur Gaza dan kepada Israel yang merawat mereka serta memfasilitasi kembalinya mereka ke Thailand.
âSehubungan hal ini, Thailand menyerukan pembebasan semua sandera yang tersisa termasuk seorang warga negara Thailand secepatnya, sehingga mereka dapat kembali dengan selamat ke tanah air mereka dan keluarga tercinta mereka," kata kementerian itu.
Hamas pada Kamis juga membebaskan tiga sandera Israel dalam pertukaran ketiga di bawah ketentuan gencatan senjata yang dimulai pada 19 Januari.
Gencatan senjata tersebut telah menangguhkan perang genosida Israel yang telah membunuh lebih dari 47.000 warga Palestina, sebagian besar di antaranya adalah wanita dan anak-anak, di Gaza sejak 7 Oktober 2023 dan meninggalkan wilayah tersebut dalam kehancuran.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Temani Momen Buka Puasa, Joyday Luncurkan Varian Es Krim Baru di Ramadan 2026
-
Minggu Dini Hari, Kendaraan Pemudik Mulai Padati Pelabuhan Merak
-
Komandan Sayap Militer Hamas Tewas dalam Serangan Udara Israel di Gaza
-
Hore! Ada Diskon Tarif Tol 30 Persen dari Jasa Marga, Pastikan Tanggalnya Ya!
-
Pertamina Patra Niaga Bergerak Lebih Fleksibel dengan Inovasi Block Mode
-
Hotel Ciputra Jakarta Resmi Menerima Sertifikasi Chinese Friendly Hotel dari Ctrip
-
Hari Lebaran, TNGGP Tutup Sementara Seluruh Destinasi Wisata di Gede-Pangrango
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.