Kebijakan Pemerintahnya Prorakyat

Jumat, 24 Jan 2025, 01:20 WIB

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menegaskan dalam waktu kurang lebih 3 bulan atau sekitar 100 hari pertama masa kerja, pemerintahannya membuat berbagai kebijakan yang prorakyat.

Presiden pun berterima kasih kepada jajaran menteri, wakil menteri, dan kepala badan yang telah bekerja keras membuktikan hasil kerjanya untuk rakyat.

Ket. Foto: Presiden Prabowo Subianto — Sumber: BPMI Setpres/Rusman

“Dalam 3 bulan, kita telah memberi bukti kepada rakyat, kebijakan-kebijakan kita adalah kebijakan-kebijakan yang berpihak kepada rakyat, berpihak pada kepentingan negara,” kata Presiden Prabowo saat memberikan arahan-arahan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Kantor Presiden, Istana Kepresidenan, Jakarta, kemarin.

Menurut Presiden, pencapaian itu tidak mudah, mengingat periode tiga bulan itu terjadi pada masa-masa pergantian tahun. “Bagaimanapun di bulan-bulan yang kritis tersebut biasanya ditandai oleh banyak kecelakaan lalu lintas, ditandai oleh ketersediaan bahan pangan bahan-bahan pokok yang penuh dengan fluktuasi harga dan sebagainya. Kali ini kita berhasil untuk menjalankan suatu keadaan yang stabil penuh ketenangan penuh kesejukan,” kata Presiden.

Tidak hanya itu, Presiden juga menyoroti situasi global yang diliputi konflik dan ketegangan. “Di tengah banyak dunia dilanda konflik ketegangan krisis bahkan perang, kita mampu menjaga kesejukan, ketenangan, perdamaian di negara kita,” ujar Presiden Prabowo.

Beberapa kebijakan prorakyat yang dikeluarkan pemerintahan Presiden Prabowo, di antaranya mencakup makan bergizi gratis (MBG), pembebasan biaya-biaya izin pembangunan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), program-program swasembada pangan dan swasembada energi.

Sejak diluncurkan pada 6 Januari, makan bergizi gratis saat ini telah dinikmati oleh 650.000 anak-anak di 31 provinsi.

Presiden menargetkan hingga akhir 2025 semua anak-anak Indonesia mendapatkan makan bergizi gratis. Dalam rentang waktu itu, target penerima makan bergizi gratis pada Januari-April 2025 sebanyak 3 juta anak, kemudian April-Agustus 2025 sebanyak 6 juta anak. Kemudian, target penerima makan bergizi gratis pada September 2025 sebanyak 15 juta anak.

Proyek Strategis

Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo juga mengajak seluruh pihak untuk menghormati Presiden pendahulu karena pembangunan bangsa dicapai selama puluhan tahun dengan melanjutkan dari estafet Presiden.

“Semua yang telah bekerja keras, pendahulu-pendahulu kita. Kita sampai di sini bukan seketika. Kita sampai di sini karena perjalanan jauh. Pembangunan suatu bangsa bukan pembangunan 1 tahun, 5 tahun, 10 tahun. Pembangunan suatu bangsa adalah puluhan tahun,” kata Presiden.

Menurut Prabowo, seluruh pembangunan yang dinikmati saat ini merupakan buah kerja keras dari estafet Presiden, yakni dirintis oleh Presiden Pertama RI Soekarno, Presiden Ke-2 RI Soeharto, Presiden Ke-3 RI B.J. Habibie, Presiden Ke-4 RI Abdurrahman Wahid, Presiden Ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, hingga Presiden Ke-7 RI Joko Widodo.

Kepala Negara pun menceritakan baru saja meresmikan 37 proyek strategis ketenagalistrikan Nasional dengan total 3,2 gigawatt (GW) yang telah dimulai sejak 2015, atau di bawah pemerintahan Presiden Ke-7 RI Joko Widodo.

Menurut Presiden, alur bernegara dilakukan dengan melanjutkan perjalanan jauh (long march) antara kepemimpinan Presiden.

Presiden menekankan bahwa kontinuitas pemerintahan menjadi alur penting dalam kehidupan bernegara yang akan membawa Indonesia mencapai cita-cita besar.

  • Kebijakan Presiden Prabowo

Redaktur: Sriyono

Penulis: Antara

Berita Terbaru

LG Borong 17 Penghargaan IDEA 2026, Perkuat Prestasi Triple Crown di Ajang Desain Global

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.