Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemensos Siapkan Fasilitas Rehabilitasi Jika Hambali Dipulangkan

📅 Rabu, 22 Jan 2025, 16:54 WIB | Oleh:
Kemensos Siapkan Fasilitas Rehabilitasi Jika Hambali Dipulangkan Doc: Muhamad Marup
Ket. Mensos, Syaifullah Yusuf dan Kepala BNPT Komjen Pol Eddy Hartono, dalam konferensi pers, di Jakarta, Rabu (22/1).

JAKARTA - Kementerian Sosial (Kemensos) telah menyiapkan fasilitas rehabilitasi jika Hambali alias Encep Nurjaman Riduan Isamuddin Dipulangkan ke Indonesia. Mantan anggota kelompok teroris Jemaah Islamiyah (JI) itu saat ini sedang ditahan di penjara militer Amerika Serikat (AS) di Teluk Guantanamo.

Mensos, Syaifullah Yusuf mengatakan selama ini rehabilitasi sosial untuk mantan narapidana terorisme telah dijalankan. Meski begitu, ada prosedur yang dijalankan dalam proses rehabilitasi sosial mantan narapidana terorisme.

"Ya saya kira itu sama. Jadi yang pulang tidak hanya Pak Hambali ya. Tapi banyak sekali yang kembali tadi seperti disinggung. Nah setiap ada yang kembali itu ada prosedur. Ada tahapan-tahapan yang semuanya itu harus diikuti oleh mereka. Nah itu yang akan kita ikuti ya prosedur itu," ujar Mensos, dalam konferensi pers, di Jakarta, Rabu (22/1).

Dia menjelaskan, dalam proses rehabilitasi pihaknya turut melibatkan Densus 88 dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). BNPT sendiri, kata Gus Ipul, melakukan proses deradikalisasi terhadap narapidana teroris.

“Tentu pada saat rehabilitasi sosial kami juga didampingi oleh Densus 88 dan juga oleh BNPT. Untuk supaya bisa memonitor, mengevaluasi mereka yang selama ini menjadi bagian dari rehabilitasi sosial," jelasnya.

Sementara itu, Kepala BNPT Komjen Pol Eddy Hartono mengatakan pihaknya masih melakukan kajian terkait wacana pemulangan Hambali alias Encep Nurjaman Riduan Isamuddin. Pihaknya masih melihat status serta proses hukum yang bersangkutan.

"Ya nanti kami tentunya akan melihat ya kajian, baik dari pandangan kajian hukum internasional ya. Karena kalau nggak salah Hambali ini kan diproses di Amerika dalam konteks kejahatan perang ya. Bukan terorisme ya," ujar Eddy di Kantor Kemensos, Jakarta, Rabu (22/1/2024). 

Dia menyebut Indonesia merupakan "home ground of terorrism" karena sejarahnya. Selama ini pihaknya sudah banyak melakukan deradikalisasi terhadap mantan napiter yang pulang dari luar negeri.

"Nanti akan kita tentukan langkah-langkah yang terbaik buat mereka, warga negara Indonesia yang secara notabene sebenarnya korban juga daripada paham-paham radikal terorisme mungkin itu ya," ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...

Ajang Kejuaraan Inline Freestyle Jakarta

43 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Ajang Kejuaraan Inline Free...
Advertisement
Kabar Baik yang Melegakan! Asap Karhutla Mulai Menjauh dari Jabodetabek, Ini Penjelasan BMKG

Kabar Baik yang Melegakan! Asap Karhutla Mulai Menjauh dari Jabodetabek, Ini Penjelasan BMKG

17 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.