Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ayo Kerja Keras untuk Mewujudkan, Pemanfaatan Hutan Sebagai Lahan Cadangan Pangan Patut Didukung

📅 Selasa, 21 Jan 2025, 00:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ayo Kerja Keras untuk Mewujudkan, Pemanfaatan Hutan Sebagai Lahan Cadangan Pangan Patut Didukung Doc: ANTARA/Ni Putu Putri Muliantari
Ket. Menhut Raja Juli Antoni diwawancara soal upaya pemanfaatan hukum adat untuk menjaga kawasan hutan di Karangasem, Bali, Jumat (6/12/2024).

Jakarta - Ketua Umum Lembaga Advokasi dan Pemberdayaan Petani Indonesia Ton Abdillah Has mengatakan, rencana pemanfaatan hutan menjadi lahan untuk cadangan pangan, energi, dan air oleh pemerintah patut didukung.

"Problem semua negara bangsa saat ini adalah pangan dan energi, termasuk Indonesia. Simaklah kenaikan harga tinggi komoditas pangan dan energi dalam dua dasawarsa ini, belum lagi ramalan sejumlah lembaga internasional yang mengkhawatirkan ancaman krisis pangan dan energi dalam beberapa tahun mendatang. Jadi ini langkah strategis yang harus berhasil," ujar Ton dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin.

Ia menyebut, program ketahanan pangan dan energi Presiden Prabowo dapat saling mendukung dalam upaya pemulihan hutan di Indonesia.

"Di atas kertas, jumlah hutan kita itu mungkin masih sangat luas. Namun badai perkebunan, tambang dan pembukaan hutan oleh masyarakat sejak awal reformasi membuat luasan hutan kritis kian bertambah. Karenanya pemerintah perlu melakukan pemetaan ulang dan mensinergikan agenda ini dengan upaya pemulihan hutan," ungkapnya.

Ia juga menyatakan Indonesia bisa belajar dari Brasil yang sukses melakukan lompatan besar pada masa kepemimpinan Lula Da Silva periode pertama, Brasil menurutnya, tumbuh secara ekonomi berkat penanaman tanaman pangan dan energi di hutan-hutan kritis Amazon.

"Indonesia dan Brasil adalah negara tropis. Indonesia bisa mencontoh Brazil yang sukses mencetak banyak orang kaya baru di pedesaan Brasil serta menjadi salah satu produsen etanol terbesar di dunia berkat menanam aren dan tanaman hutan lainnya, selain tentunya tebu dan jagung yang lebih dulu jadi andalan di lahan pertanian," ujarnya lagi.

Dia pun meminta agar pemerintah bersungguh-sungguh mewujudkan visi besar Prabowo ini, sebab menjadi program strategis ekonomi bangsa dan menjadi harapan bagi percepatan pemulihan hutan di Indonesia lewat sinergi lintas sektoral, pelibatan para ahli pertanian dan kehutanan, NGO dan masyarakat.

Sebelumnya, Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan telah mengidentifikasi sekitar 20 juta hektare hutan, yang bisa dimanfaatkan sebagai kawasan cadangan pangan, energi dan air tersebut.

"Idenya bukan deforestasi, tapi justru menjaga hutan, yang secara bersamaan swasembadanya berjalan," ujar Menhut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Olahraga
Fitriani/Fadona melaju ke f...
Rona
7 Drama Korea Baru Wajib Di...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.