Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Asean Desak Junta Prioritas Perdamaian

📅 Senin, 20 Jan 2025, 02:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Asean Desak Junta Prioritas Perdamaian Doc: AFP/AZNEAL ISHAK
Ket. Menteri Luar Negeri Malaysia, Mohamad Hasan

LANGKAWI - Negara-negara Asia tenggara pada Minggu (19/1) mengatakan kepada pemerintah militer Myanmar bahwa rencananya untuk mengadakan pemilihan umum di tengah meningkatnya perang saudara seharusnya tidak menjadi prioritas, dan mendesak junta untuk memulai dialog dan segera mengakhiri permusuhan.

Asean mengimbau pihak-pihak yang bertikai di negara anggota Myanmar untuk menghentikan pertempuran dan mengimbau perwakilan junta untuk mengizinkan akses kemanusiaan tanpa hambatan, kata menteri luar negeri Malaysia saat negara tersebut mengambil alih kepemimpinan Asean tahun ini.

“Malaysia ingin tahu apa yang ada dalam pikiran Myanmar,” kata Menteri Luar Negeri Malaysia, Mohamad Hasan, dalam konferensi pers setelah retret menteri luar negeri Asean di Pulau Langkawi. "Kami katakan kepada mereka bahwa pemilu bukanlah prioritas. Prioritas sekarang adalah gencatan senjata," imbuh dia.

Myanmar telah dilanda kekacauan sejak awal tahun 2021 ketika militer menggulingkan pemerintahan sipil terpilih yang dipimpin oleh peraih Nobel Aung San Suu Kyi, yang memicu protes prodemokrasi yang berubah menjadi pemberontakan bersenjata yang meluas dan telah mengambil alih sebagian besar wilayah negara tersebut.

Meskipun digempur di berbagai bidang, ekonominya terpuruk, dan puluhan partai politik dilarang, junta militer berencana menyelenggarakan pemilu tahun ini, yang oleh para kritikus banyak dicemooh sebagai tipu muslihat untuk mempertahankan kekuasaan para jenderal melalui perwakilan.

Utusan Khusus

Dalam retret itu Malaysia juga mengumumkan penunjukan mantan diplomat Othman Hashim sebagai utusan khusus untuk menangani krisis di Myanmar, dimana PBB mengatakan kebutuhan kemanusiaan berada pada tingkat yang mengkhawatirkan, dengan hampir 20 juta orang atau lebih dari sepertiga populasi, saat ini amat membutuhkan bantuan.

Menlu Hasan pun mengatakan Othman akan segera mengunjungi Myanmar.

Othman ditugaskan untuk meyakinkan semua pihak di Myanmar untuk melaksanakan rencana perdamaian lima poin Asean, yang belum mengalami kemajuan sejak diumumkan beberapa bulan setelah kudeta.

“Kami ingin Myanmar mematuhi Konsensus Lima Poin, menghentikan permusuhan dan berdialog, ini sangat sederhana,” kata Hasan. “Yang kami inginkan adalah bantuan kemanusiaan tanpa hambatan yang dapat menjangkau semua orang di Myanmar,” imbuh dia.

Agenda lainnya yang juga akan dibahas pada retret menteri luar negeri Asean ini meliputi tindak lanjut keputusan yang diambil dalam KTT ASEAN ke-44 dan ke-45 serta KTT terkait lainnya di Vientiane, Laos, pada Oktober 2024.

Para menlu Asean juga akan bertukar pandangan terkait perkembangan isu-isu regional dan internasional, ketegangan geopolitik, dan tantangan lain yang mempengaruhi perdamaian serta stabilitas kawasan. ST/Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

1 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.