Waspada Gelombang Tinggi di Perairan Maluku Utara

Minggu, 19 Jan 2025, 15:40 WIB

TERNATE - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sultan Baabullah Ternate mengimbau pengguna jasa transportasi laut agar mewaspadai gelombang tinggi hingga 2,0 meter yang diperkirakan terjadi di perairan Maluku Utara (Malut), seperti Morotai, Loloda, dan Batang Dua.

Prakirawan Cuaca BMKG Kelas I Sultan Baabullah Ternate Muhammad Dzikri Abdul Fattah dihubungi, Minggu, mengatakan bahwa gelombang tinggi berpotensi terjadi di sejumlah perairan Maluku Utara (Malut) akibat adanya angin kencang disertai cuaca buruk, terutama pada sore hingga malam.

Ket. Foto: Kondisi gelombang laut di bibir Pantai Kota Ternate, Minggu (19/1). — Sumber: ANTARA/Abdul Fatah

Angin kencang disertai cuaca buruk karena adanya hembusan angin dari barat laut hingga timur dengan kecepatan 10-40 km/jam.

"Untuk itu, BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi dampak cuaca ekstrem dan selalu memantau informasi terkini melalui laman resmi BMKG," katanya.

Menurut dia, hujan lebat disertai petir dan angin kencang berpotensi terjadi di wilayah Morotai, Tobelo, Kao, Jailolo, Tidore, Wasile, Weda, dan sekitarnya, sehingga BMKG telah mengeluarkan pembaruan peringatan dini cuaca untuk wilayah Malut.

Bahkan, dengan potensi hujan ringan hingga lebat di berbagai wilayah, termasuk Morotai, Tobelo, Ternate, Tidore, Weda, Bacan, Obi, Sanana, dan sekitarnya.

Muhammad Dzikri mengatakan pihaknya telah menginformasikan potensi hujan sedang hingga lebat disertai kilat atau petir serta angin kencang. Fenomena ini diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah seperti Kabupaten Halmahera Tengah: Weda, Weda Selatan, Patani Barat, Weda Timur, dan Patani Timur.

Kemudian Kabupaten Halmahera Utara di Tobelo Timur, Tobelo Barat, Kao Teluk, Kabupaten Halmahera Selatan di Gane Timur, Kabupaten Halmahera Timur di Maba Selatan, Kabupaten Pulau Morotai di Morotai Selatan, Morotai Selatan Barat, Kota Ternate di Pulau Batang Dua dan Kota Tidore Kepulauan di Oba Utara, Oba, dan Oba Selatan.

Sedangkan wilayah yang berpotensi cuaca ekstrem, di antaranya Weda Utara, Tobelo Selatan, Pulau Makian, Kota Ternate, dan Tidore Kepulauan. Kondisi ini diperkirakan berlangsung hingga pukul 23.38 WIT. Ant

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

Berita Terbaru

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

Karhutla di Kalbar Capai 38 Ribu Hektare, BNPB Waspadai Ancaman Bencana Asap

Status Bandara IKN Bakal Diubah Jadi Bandara Umum

TNI Siagakan 73.766 Personel Tangani Karhutla di Berbagai Wilayah.

TNI Salurkan 695,17 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT.

Perlu Audit Nasional PMB Jalur Mandiri PTN Buntut Kasus Unsoed

Kelas Menengah Menyusut Pertanda Kemajuan Pembangunan Indonesia Melambat

Pramono Siapkan 10.000 Bus Listrik untuk Atasi Polusi dan Kemacetan Jakarta

Komandan Lanud Sjamsudin Noor Turun Langsung Padamkan Karhutla di Kalsel

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.