- Home
-
- Luar Negeri
-
- Berapa Nilai TikTok dan Si...
Berapa Nilai TikTok dan Siapa yang Bisa Membelinya?
Jumat, 17 Jan 2025, 14:46 WIBJAKARTA - TikTok akan dilarang di Amerika Serikat pada 19 Januari berdasarkan undang-undang federal yang memaksa platform berbagi video itu melepaskan diri dari perusahaan induknya yang berbasis di Tiongkok, ByteDance, atau menutup operasinya di AS.
Sejumlah pihak telah menyatakan minatnya untuk membeli platform tersebut, namun ByteDance berulang kali mengatakan tidak berencana menjualnya. Para ahli juga telah mencatat bahwa pemerintah Tiongkok tidak mungkin menyetujui penjualan yang menyertakan algoritma TikTok.
Namun, hingga batas waktu berakhir, atau hingga Mahkamah Agung AS mengambil tindakan, kemungkinan pembelian masih mungkin dilakukan.
Forbes melaporkan, orang terkaya di dunia, Elon Musk, kemungkinan akan menghadapi harga yang sama dengan harga yang dibayarkannya untuk Twitter jika kesepakatan untuk membeli operasi TikTok di Amerika terwujud, menurut seorang analis terkenal yang meliput Musk.
Sebab, Tiongkok dilaporkan mempertimbangkan untuk mengizinkan penjualan TikTok kepada Musk guna mencegah larangan penuh dari pemerintah AS.
Namun seorang juru bicara TikTok menepis ide penjualan ke Musk sebagai "fiksi belaka" dalam sebuah pernyataan kepada sejumlah media. Musk belum mengomentari laporan tersebut, yang tidak menyebutkan apakah Musk telah menyatakan minatnya terhadap akuisisi tersebut.
Lalu berapa nilai platform TikTok jika ada pihak yang berminat membelinya?
Analis Wedbush Dan Ives memperkirakan TikTok bernilai "jauh di atas $100 miliar dengan algoritmanya, dan berpotensi mencapai $200 miliar dalam "skenario terbaik".
"Tanpa algoritma, biayanya mencapai $40 miliar hingga $50 miliar," kata Ives. Namun ia tidak yakin ByteDance dan Beijing akan menjual TikTok dengan algoritma tersebut.
Pengacara TikTok dan ByteDance mengklaim tidak mungkin melepaskan platform tersebut secara komersial dan teknologi. Mereka juga mengatakan penjualan TikTok tanpa algoritma akan mengubah TikTok versi AS menjadi pulau yang terputus dari konten global lainnya.
Pejabat AS memperingatkan bahwa algoritma hak milik tersebut rentan terhadap manipulasi oleh otoritas Tiongkok, yang dapat menggunakannya untuk membentuk konten di platform dengan cara yang sulit dideteksi.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: CNA, Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Tokopedia dan TikTok Shop Gandeng Kemendag Latih Perempuan Pelaku Usaha di Hari Kartini
-
Kemenag Sebut 512 Pesantren Jadi Piloting Program Pesantren Ramah Anak
-
Dishub Depok Umumkan Layanan Teman Bus Gratis Sampai April 2026, Cek Rinciannya di Sini
-
Pemkot: Taman Alun-Alun Bandung Lebih Sejuk dan Nyaman Pasca Revitalisasi
-
Wali Kota Bandung Tegaskan Pentingnya Ruang Digital Aman dan Produktif bagi Remaja
-
Reda Manthovani Apresiasi Kontingen Indonesia yang Lampaui Target di ASEAN Para Games 2025
-
DPRD DKI Ingatkan Bahaya Banjir Rob, Pemprov Diminta Gerak Cepat Lindungi Warga Pesisir
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.