hmpv Perlu Diikuti Monitoring

Rabu, 15 Jan 2025, 01:05 WIB

JAKARTA – Untuk mengatasi Human Meta Pneumo Virus (HMPV) perlu memperkuat sosialisasi dan pemantauan peningkatan kasus berdasarkan surveilans berbasis laporan penderita melalui website dan saluran lainnya. “Kami terus melakukan sosialisasi dan pemantauan perkembangan kasus,” jelas Kepala Sudinkes Jaktim, Herwin Meifrendy, Selasa.

Selain memperhatikan laporan surveilans berbasis website, Herwin juga mencermati laporan yang ada dalam Sistem Kewapadaan Dini dan Respon (SKDR). Herwin menyebut, juga memantau kasus HMPV melalui Surveilans Dinas Kesehatan Jakarta. Juga mencermati laporan berbasis laboratorium untuk mendeteksi kasus awal dan merespons cepat guna mencegah penyebaran lebih lanjut.

Ket. Foto: Ilustrasi - Dokter melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap pasien bergejala Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Puskesmas Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. — Sumber: ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

Lalu, Sudinkes Jaktim juga terus menyosialisasikan dan mengomunikasikan ke masyarakat terkait risiko serta penyebaran virus HMPV. “Sosialisasi dan komunikasi risiko terkait HMPV ini melalui penyebaran informasi seperti melalui seminar, webinar, dan koordinasi terkait pelaporan,” ujar Herwin.

Selain itu, Herwin menjelaskan, HMPV merupakan salah satu dari banyak mikroorganisme atau agen penyebab penyakit infeksi saluran napas akut (ISPA). Ini baik saluran napas atas maupun bawah. Sakit ISPA ditemukan hampir sepanjang tahun. Gejala virus HMPV antara lain batuk, pilek, demam, sakit tenggorokan.

Sedangkan dalam kasus yang sudah kronis, penderita akan mengalami kesulitan bernapas. Dia juga terkena bronkitis jika ada peradangan saluran udara kecil dan pneumonia. Sedangkan kelompok rentan adalah anak-anak balita, orang dewasa berusia 65 tahun ke atas, pasien dengan sistem imun lemah, dan pasien dengan penyakit pernapasan kronis.

Lebih lanjut, Herwin mengimbau kepada warga setempat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) guna mencegah dan mengantisipasi penularan HMPV. “Kami imbau warga waspada dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Sselain itu, selalu mencuci tangan dan mengenakan masker,” ucap Herwin.

Sudah Sembuh

Sebelum ini, Suku Dinas Kesehatan Jaktim menemuka empat kasus HMPV pada bulan Januari. Namun, keempatnya sudah sembuh. Satu pasien berusia 31 tahun tinggal di Ciracas. Kemudian, yang berusia 8 dan 40 tahun tinggal di Cipayung. Sedangkan yang berusia 5 tahun di Pasar Rebo.

“Empat kasus HMPV, seluruhnya sudah sembuh,” jelas Kepala Suku Dinas Kesehatan Jaktim, Herwin Meifrendy. Berdasarkan laporan surveilans, terdapat empat kasus, tapi sudah sembuh. Cara penularan HMPV ini bisa kontak langsung dengan penderita, melalui udara (droplet) dan sentuhan dengan permukaan yang terkontaminasi.

Pengobatan penderita, cukup banyak istirahat, hidrasi, mengonsumsi obat antivirus (untuk kasus berat). Selain itu pemberian oksigen dan perawatan pendukung. Menurut Herwin, gejala HMPV berupa flu biasa, tidak seperti Covid-19 yang memang merupakan virus baru. Maka, tidak ada penanganan khusus untuk kasus HMPV, kecuali jika orang tersebut mengalami kesulitan bernapas.

“Biasanya paling cepat tiga hari sudah sembuh, paling lama 14 hari. Kalau ada kesulitan bernapas, baru ada penanganan khusus,” ujar Herwin. Lebih lanjut Herwin menjelaskan, HMPV pertama kali teridentifikasi pada tahun 2001 oleh tim peneliti di Belanda, meskipun bukti tes darah (serologis) menunjukkan virus ini telah beredar sejak 1950-an.

Pola musim virus ini bersamaan dengan virus lain yang menyerang saluran pernafasan seperti influenza, dan respiratory syncytial virus (RSV). Ini adalah virus yang dapat menyebabkan infeksi paru-paru dan saluran pernapasan. Virus tersebut sering ditemukan saat musim semi dan musim dingin di belahan bumi utara. Di daerah tropis, infeksi HMPV dilaporkan memiliki pola yang lebih variatif dan sering kali berkaitan dengan musim hujan.

  • Human Metapneumovirus (HMPV)

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka, Antara

Berita Terbaru

BMKG Prakirakan Cuaca Sebagian Besar Daerah di Wilayah Indonesia Cerah hingga Berawan Tebal

Jangan Biarkan Karhutla Meluas! KSP Minta Penanganan Cepat dan Tegas

NBA Rilis Jadwal Musim 2026-27, Laga Ulangan Final dan Reuni Para Bintang Jadi Sorotan

BMKG Beberkan Cuaca Hari Ini, Mayoritas Wilayah Diprediksi Cerah hingga Berawan

Butter Baby Hadirkan Klepon Donut, Jajanan Tradisional Indonesia dalam Semangat Kemerdekaan.

Calon Penumpang Tak Sabara Tunggu Operasi LRT dari Kelapa Gading ke Manggarai Mulai Besok

Manchester United Bersaing dengan Aston Villa dan Benfica untuk Boyong Alejandro Balde

Utang Whoosh Rp116 Triliun Disorot, Pemerintah Diminta Uji Risiko APBN

Busyet… 150 Roda Dua Dikandangkan dari Balap Liar di Jambi

Pelatih Mengeklaim, Tim Panahan Masih Bisa Bersaing di Asian Games Jepang

Jaga Elang Jawa, PGE Raih Penghargaan dari Kementerian Kehutanan di HKAN 2026.

Asean Mulai Kerepotan dengan Asap Eksporan Indonesia, tapi Rikuh

Kabut Asap Karhutla Jadi Pembunuh Diam-Diam, Pakar Ungkap Bahayanya

Liverpool Didesak Datangkan Gelandang Bertahan, Ini Jawaban Iraola

Asap Karhutla Makin Pekat, Penderita Asma Diminta Waspadai Serangan Akut

Misteri Ketidakhadiran Menhut dan Menteri LH di Rakor Karhutla Akhirnya Terjawab, Simak Alasannya

Liga Inggris, Fulham Tak Mampu Menyamai Chelsea

Kemnaker Paparkan Langkah Konkret Indonesia Hadapi Perubahan Dunia Kerja di Forum ASEAN

Fiorentina Tanpa Ampun Dibantai AS Roma 0-4

Karhutla Jadi Ancaman Serius, Menteri LH Minta Warga Waspada dan Patuhi Pemda

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.