IEU-CEPA Dikebut, Indonesia Siap Adu Produk Lokal di Pasar Eropa
Minggu, 04 Okt 2026, 18:45 WIBJAKARTA â Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menargetkan penandatanganan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) dapat dilakukan tahun ini sehingga implementasinya bisa dimulai pada awal 2027.
âCEPA menciptakan akses pasar, serta perdagangan, dan keterlibatan bisnis yang lebih kuat antara Indonesia dan Uni Eropa. Tentu kita berharap ini juga dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha Jerman maupun investasi (dari) Jerman,â ujar Airlangga dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (3/10).
Sebab, ia menilai IEU-CEPA menjadi salah satu instrumen penting untuk membuka peluang akses pasar, meningkatkan perdagangan, serta memperkuat keterlibatan dunia usaha Indonesia dan Uni Eropa, termasuk Jerman.
Di samping itu, Indonesia dan Jerman terus memperkuat hubungan ekonomi dan investasi yang telah terjalin selama lebih dari tujuh dekade.
Pada 2026, hubungan kedua negara ditandai dengan sejumlah kunjungan dan pertemuan tingkat tinggi, termasuk kunjungan kenegaraan Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier ke Indonesia pada Juni 2026.
Dalam kunjungan tersebut, kedua negara kembali menegaskan komitmen untuk memperkuat kerja sama di bidang ekonomi, investasi, transisi energi, pendidikan, dan ketenagakerjaan.
Airlangga mengatakan penguatan hubungan ekonomi Indonesia-Jerman juga dilakukan melalui berbagai mekanisme bilateral, termasuk Joint Economic and Investment Committee, kerja sama industri dan hijau, investasi, serta pengembangan sumber daya manusia.
Di sektor energi dan teknologi, Indonesia melihat peluang kerja sama dengan Jerman dalam pengembangan energi baru terbarukan, infrastruktur kelistrikan, ekosistem kendaraan listrik dan baterai, semikonduktor, infrastruktur digital, serta pembiayaan berkelanjutan.
Jerman bersama Jepang sebagai co-lead International Partners Group dalam kerangka Just Energy Transition Partnership (JETP) juga menjadi bagian dari upaya mempercepat investasi dan pembiayaan transisi energi bersih Indonesia.
Selain itu, kedua negara memiliki peluang untuk memperkuat kerja sama pendidikan vokasi dan pengembangan keterampilan yang dapat membuka kesempatan bagi tenaga kerja terampil Indonesia untuk bekerja di Jerman.
Lebih lanjut, Menko Airlangga menuturkan Jerman merupakan salah satu mitra ekonomi dan industri penting bagi Indonesia.
Nilai perdagangan bilateral kedua negara mencapai sekitar 6,11 miliar dolar AS pada 2025, sementara lebih dari 250 perusahaan multinasional Jerman telah beroperasi di Indonesia.
Ke depan, Indonesia melihat peluang kerja sama yang semakin luas di bidang industri dan infrastruktur, perdagangan dan investasi, energi dan transformasi digital, kesehatan, sains, serta pengembangan sumber daya manusia.
Berbagai kerja sama tersebut dapat terus didorong melalui mekanisme bilateral, termasuk Indonesia-Germany Joint Economic Commission (JEIC) dan JETP.
- IEU-CEPA
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Hadirkan 2 Panggung Unik, Intip Seberapa Seru Hari Kedua GMF 2026
-
Pajak Kendaraan di Sumut Bakal Dirombak Total, Ini Rencana Mengejutkan Bobby Nasution
-
Dorong Penerapan K3 dan MCU Berkala, BKKP Jalin Kerjasama dengan UPP Indramayu
-
Wali Kota: Pemkot Bandung Targetkan Raih Pendapatan Daerah Rp7,46 Triliun
-
Perlindungan Satwa Harus Jadi Bagian Penanganan Karhutla
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.