- Home
-
- Luar Negeri
-
- Zelenskyy Tawarkan Pertuka...
Zelenskyy Tawarkan Pertukaran Tawanan Perang Korut
Selasa, 14 Jan 2025, 02:50 WIBSEOUL - Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, mengatakan bahwa ia bersedia untuk menyerahkan dua tentara Korea Utara (Korut) yang ditangkap kepada pemimpin mereka, Kim Jong-un, sebagai bentuk pertukaran tawanan perang Ukraina di Russia.
Zelenskyy menyampaikan tawaran tersebut pada Minggu (12/01) dalam sebuah unggahan di media sosial dalam bahasa Inggris, Ukraina, dan Korea.
âKami siap untuk menyerahkan tentara Korut kepada Kim Jong-un jika ia dapat mengatur pertukaran mereka dengan para tentara Ukraina yang ditawan di Russia,â ucap Presiden Ukraina itu.
Usulan tersebut muncul sehari setelah Zelenskyy mengatakan bahwa pasukan Ukraina yang beroperasi di wilayah Kursk, Russia, menangkap dua tentara Korut yang terluka pada Kamis (9/1) pekan lalu, dan merilis foto-foto mereka yang diduga sebagai tentara Korut tersebut.
Dalam unggahan di hari Minggu itu, Zelenskyy juga mengatakan, bahwa selain tentara Korut pertama yang berhasil ditangkap, tidak diragukan lagi akan ada lebih banyak tentara yang akan tertangkap. âHal itu hanya masalah waktu sebelum pasukan Ukraina berhasil menangkap yang lain,â kata Zelenskyy.
Angka Tentara Tewas
Sementara itu pemerintah Korea Selatan (Korsel) pada Senin (13/1) mengatakan bahwa sebanyak 300 tentara Korut telah tewas dalam pertempuran di Ukraina.
âSekitar 300 tentara Korut tewas dan 2.700 terluka saat bertempur dalam perang Russia melawan Ukraina,â kata seorang anggota parlemen Korsel yang mengutip informasi dari badan mata-mata Seoul.
Seoul sebelumnya mengklaim bahwa pemimpin Kim Jong-un telah mengirim lebih dari 10.000 tentara sebagai "umpan meriam" untuk membantu Moskwa berperang melawan Kyiv, sebagai imbalan atas bantuan teknis Russia untuk program senjata dan satelit Pyongyang yang mendapat sanksi berat.
"Penempatan pasukan Korut ke Russia dilaporkan telah meluas hingga mencakup wilayah Kursk, dengan perkiraan yang menunjukkan bahwa korban di antara pasukan Korut telah melampaui 3.000," kata anggota parlemen Lee Seong-kweun kepada wartawan setelah pengarahan dari badan mata-mata tersebut.
âJumlah ini termasuk sekitar 300 kematian dan 2.700 cedera,â imbuh Lee usai pengarahan dari Dinas Intelijen Nasional Korsel.
Para prajurit tersebut, yang dilaporkan dari Korps Badai elit Korut, telah diperintahkan untuk bunuh diri daripada ditawan, kata Lee. "Yang perlu diperhatikan, memo yang ditemukan pada tentara yang tewas menunjukkan bahwa otoritas Korut menekan mereka untuk bunuh diri atau meledakkan diri sebelum ditangkap," kata dia.
Lee menambahkan bahwa beberapa prajurit telah diiming-imingi akan diberikan amnesti atau ingin bergabung dengan Partai Pekerja Korut, dengan harapan dapat memperbaiki nasib mereka dengan berperang. AFP/KBS/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Kemenekraf Fasilitasi Klip Video Musisi Jawa Tengah lewat AKTIF Musik
-
Makin Genting, AS Diisukan Siapkan Pasukan Darat untuk Serang Iran
-
Polda Babel Amankan Tiga Pelaku Pengeroyok Wartawan di PT PMM
-
5.200 Warga Buleleng Turun ke Pantai, Aksi Serentak Bersihkan 7 Titik Pesisir
-
Film Animasi “KPop Demon Hunters” Raih Dua Penghargaan di Oscar 2026
-
Singapura dan Australia meningkatkan Perlindungan Perdagangan Minyak dan Gas
-
Putin Mengisyaratkan Perang Ukraina akan Segera Berakhir dan Siap Bertemu Zelenskyy di Negara Ketiga
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.