- Home
-
- Luar Negeri
-
- Zelenskyy Siap Serahkan Te...
Zelenskyy Siap Serahkan Tentara Korut dengan Imbalan Tawanan Ukraina di Russia
Senin, 13 Jan 2025, 12:15 WIBSEOUL - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan Ukraina siap menyerahkan tentara Korea Utara yang ditangkap dengan imbalan tawanan Ukraina di Russia.
Dilaporkan Yonhap, pernyataan itu dikeluarkan sehari setelah ia mengungkapkan soal penangkapan dua tentara Korea Utara yang terluka.
Zelenskyy mengajukan usulan tersebut di akunnya di platform media sosial X pada Minggu (12/1) waktu setempat dalam bahasa Inggris, Ukraina, dan Korea. Sehari sebelumnya ia mengumumkan dua tentara Korea Utara yang terluka telah ditangkap di wilayah Kursk, Russia barat.
"Ukraina siap menyerahkan tentara Kim Jong Un kepadanya jika ia dapat mengatur pertukaran mereka dengan para prajurit kami yang ditawan di Russia," tulis Zelenskyy.
"Selain tentara pertama yang ditangkap dari Korea Utara, niscaya akan ada lebih banyak lagi."
Presiden Ukraina mengatakan, "Tidak boleh ada keraguan di dunia bahwa tentara Russia bergantung pada bantuan militer dari Korea Utara." Ia menambahkan, bahwa âPutin ... tidak dapat mengelolanya tanpa dukungan militer dari Pyongyang."
Ia juga mencatat, bagi tentara Korea Utara yang ditangkap dan tidak ingin kembali, "Mungkin ada pilihan lain yang tersedia.
"Khususnya, mereka yang menyatakan keinginan untuk mendekatkan perdamaian dengan menyebarkan kebenaran tentang perang ini di Korea akan diberikan kesempatan itu," kata Zelenskyy.
Bersamaan dengan usulan tersebut, presiden Ukraina juga membagikan video dua tentara Korea Utara yang ditangkap sedang diinterogasi melalui seorang penerjemah Korea.
Salah satu dari mereka, berbaring di ranjang dengan perban di kedua tangannya, menggelengkan kepalanya saat ditanya, "Apakah Anda tahu di mana Anda sekarang?" dan "Apakah Anda tahu bahwa Anda sedang berperang melawan Ukraina?"
Ketika ditanya siapa yang menurut komandannya akan mereka lawan, prajurit yang terluka itu menjawab, "Saya diberi tahu bahwa kami akan melakukan latihan seperti pertempuran sebenarnya."
Ia mengaku dikerahkan ke garis depan pada tanggal 3 Januari dan terluka serta ditangkap dua hari kemudian saat bersembunyi di tempat penampungan. Ketika ditanya apakah ia ingin pulang, prajurit itu menjawab, "Saya ingin tinggal di sini."
Prajurit lain yang ditangkap, dengan perban di dagunya, mengangguk ketika ditanya apakah ia ingin pulang, tetapi menggelengkan kepala ketika ditanya apakah keluarganya di Korea Utara mengetahui lokasinya.
Korea Utara diperkirakan telah mengirim sekitar 11.000 tentara untuk mendukung Russia dalam perang melawan Ukraina, menurut pejabat Korea Selatan.
Badan mata-mata Korea Selatan mengatakan kepada anggota parlemen Korea Selatan bulan lalu bahwa sedikitnya 100 warga Korea Utara telah terbunuh, sekitar 1.000 lainnya terluka.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Implementasi ESG: PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk Perkuat Praktik Bisnis Berkelanjutan Sepanjang 2025
-
Tiongkok Berlakukan Pembatasan Zona Udara Pesisir Selama 40 Hari
-
Russia Tuduh Rezim Ukraina Neo-Nazi, Situasi HAM Disebut Memburuk
-
Russia Peringatkan Para Diplomat Asing di Kyiv untuk Mengungsi Jelang Perayaan Hari Kemenangan PD II
-
Tragedi Bantargebang: Wagub Rano Karno Pastikan Pemprov DKI Tak Halangi Proses Hukum
-
Persib Bandung Larang Aremania Datang ke Stadion GBLA
-
Pemerintah Kaji Rencana Pembelian 24 Pesawat Tempur Rafale dari Prancis
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.