Berpotensi Kembali Melemah Hari Ini (9/1)
Kamis, 09 Jan 2025, 11:22 WIBJAKARTA â Sentimen eksternal diperkirakan masih dominan menekan pergerakan rupiah.
Analis Doo Financial Futures Lukman Leong melihat investor mencermati data pekerjaan Amerika Serikat (AS) meliputi ADP Employment Change dan klaim penganggurÂan tadi malam. Selain itu, investor menantikan rilis hasil rapat bank sentral AS (The Fed) untuk menentukan arah kebijakan moneter ke depan, sementara dari dalam negeri, pelaku pasar menantikan laporan hasil survei Bank IndoÂnesia (BI) soal data indeks kepercayaan konsumen.
Karenanya, Lukman memproyeksikan kurs rupiah terhaÂdap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Kamis (9/1), kembali melemah di kisaran 16.150 â 16.300 rupiah per dollar AS.
Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan, Rabu (8/1) sore, melemah 68 poin atau 0,42 persen dari sehari sebelumnya menjadi 16.211 rupiah per dolÂlar AS. Pelemahan tersebut dipengaruhi penguatan data ekoÂnomi AS dari sektor jasa dan pasar tenaga kerja yang menguat.
âPembukaan Pekerjaan JOLTS AS pada November 2024 naik menjadi 8,10 juta dari 7,84 juta, melampaui estimasi 7,74 juta. Data pembukaan pekerjaan yang lebih tinggi menyiratÂkan pasar tenaga kerja yang lebih ketat di AS,â ujar Kepala EkoÂnom Permata Bank Josua Pardede di Jakarta.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara, Muchamad Ismail
Berita Terkait:
-
IMO Imbau Kapal Harus Ekstra Hati-hati di Dekat Selat Hormuz
-
Bank Indonesia Pastikan “All Out” 24 Jam Jaga Stabilitas Nilai Tukar Rupiah
-
Indo Livestock 2026 Expo dan Forum Perkenalkan Grand Championship, Tingkatkan Standar Kompetisi Ternak Nasional.
-
Meski Resilien, Ruang Fiskal APBN Mulai Hadapi Tekanan
-
RI Dorong Kemandirian Plastik
-
Tak Terkejar, Bayern Muenchen Juara Liga Jerman
-
Serunya Main Bareng Tanpa Gawai di Surabaya
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.