- Home
-
- Luar Negeri
-
- Ini Alasan Donald Trump Ke...
Ini Alasan Donald Trump Kembali Usulkan Kanada Jadi Bagian AS Usai Trudeau Mundur
Rabu, 08 Jan 2025, 01:00 WIBHAMILTON - Presiden Amerika Serikat terpilih Donald Trump pada hari Senin kembali menimbulkan kontroversi dengan mengusulkan Kanada menjadi salah satu negara bagian AS setelah Perdana Menteri Justin Trudeau mengumumkan pengunduran dirinya.
Trump berpendapat penggabungan AS-Kanada akan menghilangkan hambatan perdagangan dan mengurangi pajak bagi warga Kanada.
"Jika Kanada bergabung dengan AS, tidak akan ada tarif, pajak akan turun drastis, dan mereka akan benar-benar aman dari ancaman kapal-kapal Russia dan Tiongkok yang terus-menerus mengepung mereka," kata Trump.
"Banyak warga SENANG Kanada menjadi Negara Bagian ke-51," kata Trump dalam unggahan di akun Truth Social miliknya.
Trump juga mengatakan AS tidak perlu lagi menanggung defisit perdagangan dan subsidi besar-besaran yang dibutuhkan Kanada untuk tetap bertahan.
Menurut dia, Justin Trudeau mengetahui hal tersebut sehingga mengundurkan diri.
Presiden terpilih AS itu selanjutnya menggambarkan visinya tentang potensi penggabungan Kanada ke AS dengan mengatakan, "Betapa Negara ini akan menjadi hebat!!!"
Sejak kemenangannya dalam Pilpres AS pada November, Trump kerap menyebut Kanada sebagai "negara bagian ke-51."
Tarif Impor
Trump sebelumnya juga mengancam akan mengenakan tarif impor sebesar 25 persen terhadap Kanada kecuali negara itu mengambil langkah-langkah untuk secara signifikan mengurangi penyelundupan narkoba dan imigran ilegal yang menyeberang ke AS.
Trudeau mengumumkan pengunduran diri pada Senin di tengah berkembangnya rasa tidak puas terhadap partainya dan rendahnya tingkat persetujuan publik, sehingga meningkatkan kekhawatiran mengenai kemampuan Trudeau untuk memenangkan pemilu berikutnya melawan oposisi Konservatif yang sedang melonjak.
Sebelumnya Trump mengemukakan menjadikan Kanada sebagai negara bagian ke-51 di AS akan secara signifikan mengurangi biaya bagi warga Kanada karena akan menghemat pajak dan perlindungan militer.
"Tidak ada yang bisa menjawab mengapa kita mensubsidi Kanada hingga lebih dari 100 juta dolar AS per tahun? Tidak masuk akal! Banyak warga Kanada ingin Kanada menjadi negara bagian ke-51," tulis Trump di platform medsos miliknya, Truth Social.
"Mereka (warga Kanada) akan menghemat pajak dan perlindungan militer secara besar-besaran. Saya pikir ini adalah ide bagus. negara bagian ke-51!!!" lanjutnya.
Pada 10 Desember, Trump dengan bercanda menyebut Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau sebagai "gubernur" dari "Negara Bagian Besar Kanada".
Candaan tersebut terlontar di tengah ketegangan atas ancaman presiden AS yang akan datang itu untuk mengenakan tarif terhadap barang-barang dari Kanada.
Pada akhir November, Trump mengumumkan setelah menjabat, ia akan mengenakan tarif sebesar 25 persen pada barang-barang dari Kanada dan Meksiko karena masalah yang belum terselesaikan terkait dengan imigrasi ilegal dan perdagangan narkoba di AS.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Eko S
Berita Terkait:
-
Viral Kasus Perundungan di Blora! Korban Pilih Keputusan Mengejutkan, Berdamai dan Cabut Laporan
-
Pilihan Pelancong Dunia, Vietjet Dinobatkan sebagai Maskapai dengan Seragam Awak Kabin Terbaik
-
Trump Izinkan Perusahaan Swasta AS Jalankan Serangan Siber terhadap Organisasi Kriminal Asing
-
KP2MI Targetkan 500 Ribu Talenta Lewat Program SMK Go Global hingga 2029
-
Lada Putih Muntok Bangka Siap Mendunia, Kementerian UMKM Bidik 1.200 Restoran di 63 Negara
-
Bencana Longsor Memutus Akses Jalan di Nagano, Jepang. Ratusan Orang Terisolasi
-
Tembus AS! Ekspor Kerapu Sulsel Capai Rp13,7 Miliar Hanya Dalam 6 Bulan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.