Upaya Wujudkan Perdamaian, Beijing: Wakil 17 Negara Sahabat Bicarakan Krisis Ukraina

Selasa, 24 Des 2024, 04:15 WIB

Beijing - China menyebut 17 perwakilan negara "Global-South" telah melakukan pertemuan dalam kerangka "Sahabat Perdamaian" untuk membahas mengenai krisis Ukraina.

"Kelompok 'Sahabat Perdamaian' terkait krisis Ukraina baru-baru ini mengadakan pertemuan kedua di New York. Perwakilan dari 17 negara dari 'Global-South' termasuk China, Brazil, Aljazair, Afrika Selatan dan Turki hadir dalam pertemuan tersebut," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning dalam konferensi pers di Beijing pada Senin.

Ket. Foto: Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning dalam konferensi pers di Beijing, China pada Senin (23/12/2024). — Sumber: ANTARA/Desca Lidya Natalia

Sebelumnya, menurut Mao Ning, sudah diadakan Pertemuan Tingkat Menteri pada September 2024 dan menghasilkan komunike bersama sebagai pernyataan bersama pertama negara-negara "Global-South" mengenai krisis Ukraina.

"Para peserta mempelajari situasi terkini konflik Ukraina dan potensi perkembangannya, menyatakan keprihatinan atas eskalasi konflik, dan menegaskan kembali prinsip-prinsip utama, termasuk menghormati kedaulatan dan integritas teritorial negara, menghormati kepentingan negara dan pentingnya solusi damai untuk semua konflik internasional," ungkap Mao Ning.

Selain itu mereka, menurut Mao Ning, juga mengingatkan perlunya mematuhi prinsip-prinsip deeskalasi dan pentingnya untuk tidak memperluas medan perang serta tidak mengintensifkan pertempuran.

"Menyerukan dukungan bagi penyelesaian yang holistik dan jangka panjang oleh pihak-pihak yang berkonflik melalui diplomasi dan cara-cara politik berdasarkan Piagam PBB dan hukum internasional serta mendukung negara-negara dari belahan bumi selatan dalam memainkan peran konstruktif untuk tujuan ini," tambah Mao Ning.

Mao Ning menyebut China siap bekerja sama dengan anggota kelompok lainnya untuk melakukan upaya positif demi terwujudnya perdamaian lebih awal.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Perwakilan Tetap masing-masing negara di PBB pada 18 Desember 2024. Pertemuan itu adalah kali kedua setelah pertemuan pertama kelompok tersebut dilangsungkan setelah Pertemuan Tingkat Menteri di New York pada 27 September 2024.

Para peserta berpandangan bahwa masyarakat internasional, termasuk negara-negara dari "Global-South" dan PBB dapat memainkan peran konstruktif dalam mengadvokasi perdamaian dan untuk menyatakan dukungan luas untuk solusi politik dan damai yang dapat mengakhiri konflik ini.

Para peserta juga sepakat untuk terus terlibat dalam isu tersebut secara aktif melalui kelompok "Sahabat Perdamaian".

Dua tahun telah berlalu setelah Rusia melancarkan operasi militer khusus ke Ukraina pada 24 Februari 2022. Sekitar 18 persen wilayah Ukraina masih berada di bawah pendudukan Rusia termasuk Semenanjung Krimea serta sebagian besar Donetsk dan Luhansk di bagian timur.

China diketahui tidak menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) perdamaian atas krisis Ukraina di Burgenstock, Swiss pada 15-16 Juni 2024. Lebih dari 90 negara menghadiri perundingan tersebut, namun komunike bersama dari KT itu hanya didukung 80 negara dan empat organisasi.

Pemerintah China tidak menghadiri konferensi perdamaian tersebut karena tidak memenuhi tiga elemen penting yaitu pengakuan dari Rusia dan Ukraina, partisipasi yang setara dari semua pihak dan diskusi yang adil mengenai seluruh rencana perdamaian.

Konferensi tersebut diakhiri dengan diadopsinya komunike akhir, yang tidak ditandatangani oleh beberapa negara, termasuk Brasil, India, Afrika Selatan dan Arab Saudi.

Selain itu Direktorat Intelijen Utama Kementerian Pertahanan Ukraina (GUR) menyebut unit militer Korea Utara telah dikerahkan ke wilayah barat daya Rusia, Kursk.

Ada sekitar 12.000 tentara dari Korut dikirim ke Rusia, termasuk 500 perwira dan tiga jenderal lengkap dengan amunisi, perlengkapan tidur, pakaian musim dingin, alas kaki dan perlengkapan kebersihan.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.