Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Konsumsi Air Minum Didominasi Air Isi Ulang Tercemar

📅 Senin, 23 Des 2024, 03:06 WIB | Oleh:
Konsumsi Air Minum Didominasi Air Isi Ulang Tercemar Doc: Tangkapan Layar M. Ma'ruf

JAKARTA - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Dante Saksono Harbuwono, mengatakan, konsumsi air minum masyarakat didominasi air isi ulang tercemar. Hal tersebut didapat berdasarkan hasil Surveilans Kualitas Air Minum Rumah Tangga (SKMRT) di Indonesia Tahun 2023 yang dilakukan di berbagai daerah di Indonesia.

1734882649_6c55bbc6005361d603a5.jpeg

“Jadi, kekurangannya masih banyak dan ini disuplai oleh penggunaan air isi ulang yang ternyata tercemar bakteri E. coli,” ujar Wamenkes, dalam peluncuran hasil SKMRT 2023, di Jakarta, Sabtu (21/12).

Dia menjelaskan, SKMRT 2023 menunjukkan peningkatan signifikan pada kualitas air minum yang aman dikonsumsi. Meski demikian, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) masih belum menjangkau seluruh masyarakat.

“Di Jakarta misalnya, kebutuhan air itu 50 juta meter kubik, sedangkan suplainya hanya 30 juta meter kubik,” jelasnya.

Wamenkes mengingatkan bahwa air yang tercemar dapat menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Dia mencontohkan wabah kolera yang terjadi di Distrik Soho, London, Inggris, pada 1854 yang menewaskan sekitar 500 orang hanya dalam waktu satu minggu.

Dia meminta agar SKMRT menjadi perhatian bersama sebagai upaya mengatasi tantangan akses terhadap air minum yang aman. Menurutnya, hal tersebut penting agar tidak menimbulkan masalah kesehatan pada masa depan.

Dia melanjutkan, hasil SKMRT di Indonesia Tahun 2023 harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh pemerintah daerah untuk menyusun kebijakan tentang air minum di wilayahnya. Menurutnya, masing-masing daerah punya spesifikasi geografis dan pola masyarakat yang berbeda.

Dante memastikan, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan BPOM dan Kementerian/Lembaga terkait serta pemerintah daerah. Hal ini penting untuk mengatasi persoalan ini guna mencegah terjadinya pencemaran lebih lanjut.

Sebagai informasi, SKMRT dilaksanakan di 334 kabupaten/kota di 4.524 puskesmas di seluruh Indonesia.  ruf/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Olahraga
Formula 1: Antonelli Harus ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.