Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menkomdigi Nilai Transformasi Digital Bisa Menjadi Senjata Ampuh Berantas Korupsi

📅 Selasa, 17 Des 2024, 13:47 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menkomdigi Nilai Transformasi Digital Bisa Menjadi Senjata Ampuh Berantas Korupsi Doc: antara foto
Ket. Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid

JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menilai tranformasi digital merupakan senjata ampuh dalam memberantas korupsi dalam pemerintahan.

Pernyataan tersebut disampaikan Menkomdigi saat memberi sambutan pada peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia di Jakarta, Selasa (17/12).

“Sebagai bagian dari pemerintah, Kementerian Komunikasi dan Digital tentu memegang peran sentral dalam membangun sistem digital yang mendukung pencegahan korupsi. Transformasi digital bukan hanya alat modernisasi tapi juga senjata yang ampuh dalam memberantas korupsi,” kata Meutya.

Dia menjelaskan bahwa komitmen terhadap pemberantasan korupsi telah menjadi salah satu prioritas nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, sebagaimana tercantum dalam Visi Asta Cita ketujuh.

Presiden menekankan pentingnya reformasi politik, hukum, dan demokrasi, serta menjadikan pemberantasan korupsi sebagai prioritas nasional.

Dalam pidato pelantikannya, kata dia, Presiden menggarisbawahi peran digitalisasi, penegakan hukum, dan perbaikan sistem sebagai instrumen penting dalam pemberantasan korupsi.

“Sampai terakhir kemarin ketika di Istana pun beliau menyampaikan pentingnya digitalisasi dalam rangka mencegah korupsi,” kata dia.

Meutya mengatakan, sebagai bagian dari pemerintah, Kementerian Komunikasi dan Digital memegang peran sentral dalam membangun sistem digital yang mendukung pencegahan korupsi.

Menurutnya, transformasi digital harus menjadi alat untuk memperkuat integritas dan keterbukaan, melalui digitalisasi tata kelola pemerintahan dan reformasi sistemik birokrasi.

“Kita tidak hanya meningkatkan efisiensi tapi juga menciptakan transparansi dan akuntabilitas. Dan tentu apalagi Kementeriannya adalah Kementerian Digital, ini kita harus menjadi contoh,” ujarnya.

Lebih lanjut Meutya menyampaikan bahwa implementasi digitalisasi pada tata kelola pemerintahan saat ini sudah sampai pada level di perdesaan.

Beberapa desa telah meluncurkan berbagai layanan digital seperti pelayanan administratif, surat menyurat, sistem pengaduan masyarakat berbasis aplikasi, serta transparansi anggaran desa yang dapat diakses oleh publik melalui situs resmi desa.

Meutya mengatakan upaya tersebut merupakan contoh nyata bagaimana teknologi dan digitalisasi menjadi instrumen pemberantasan korupsi di tatanan akar rumput.

"Sekali lagi, karena pemerintahan desa juga sudah ada yang melakukan digitalisasi untuk membuka atau menjadi upaya transparansi, maka Kementerian ini tidak boleh tertinggal dan justru harus terdepan," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

56 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Rona
Nekat Bolos Wamil, Mino WIN...
Daerah
DPRD DKI: Digitalisasi Park...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.