Russia Gunakan Pasukan Korut untuk Rebut Kursk

Senin, 16 Des 2024, 02:40 WIB

KYIV - Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, pada Sabtu (14/12) malam mengatakan bahwa Russia telah mulai mengerahkan tentara Korea Utara (Korut) untuk menyerbu posisi Ukraina di wilayah Kursk.

Zelenskyy menyatakan hal itu setelah pihak berwenang Russia mengatakan petugas pemadam kebakaran mereka sedang memerangi kebakaran di wilayah Oryol barat yang disebabkan oleh serangan pesawat tak berawak, sementara Ukraina mengatakan serangan itu telah menghantam terminal minyak utama.

Ket. Foto: Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy (kedua dari kanan) saat meninjau pasukannya di wilayah Zaporizhzhia pada 12 Desember lalu. Pada Sabtu (14/12), Presiden Zelenskyy mengungkapkan bahwa Russia telah mulai mengerahkan tentara Korut di wilayah Kursk. — Sumber: AFP/UKRAINIAN PRESIDENTIAL PRESS SERVICE

"Hari ini, kami sudah memiliki data awal bahwa Russia telah mulai menggunakan tentara Korut dalam serangan mereka. Jumlah mereka cukup banyak," kata Zelenskyy dalam pidatonya. “Russia memasukkan mereka ke dalam unit gabungan dan menggunakan mereka dalam operasi di wilayah Kursk,” imbuh dia seraya menambahkan kemungkinan pasukan Korut dikirim ke garis depan.

Sebelumnya Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel) menuduh Pyongyang telah mengirimkan lebih dari 10.000 tentara untuk membantu Moskwa, setelah Russia dan Korut menandatangani pakta pertahanan penting musim panas ini.

Bulan lalu Presiden Zelenskyy mengatakan bahwa 11.000 tentara Korut berada di wilayah Kursk barat Russia dan posisi mereka telah mengalami kerugian.

Terkejut oleh serangan Kursk, Russia sejak itu secara bertahap merebut kembali wilayahnya, menghentikan laju Ukraina dan bergegas mengirimkan bala bantuan ke wilayah tersebut.

Sebuah sumber militer Ukraina mengatakan kepada AFP bulan lalu bahwa Kyiv masih menguasai 800 kilometer persegi wilayah Kursk, turun dari klaim sebelumnya yang menguasai hampir 1.400 kilometer persegi.

Serang Depot Minyak

Sebelumnya pada Sabtu, pejabat Russia mengatakan bahwa petugas pemadam kebakarannya sedang memerangi kebakaran yang disebabkan oleh serangan pesawat tak berawak di wilayah Oryol barat. Ukraina telah menargetkan depot bahan bakar di Russia sebagai balasan atas serangan Moskwa terhadap jaringan pembangkit listriknya.

Militer Ukraina mengatakan pada Sabtu pagi bahwa pasukannya telah menyerang depot minyak utama di Stalnoi Kon, sekitar 165 kilometer ke wilayah Russia.

Gubernur wilayah Oryol, Andrei Klychkov, mengatakan di Telegram bahwa kebakaran terjadi di fasilitas infrastruktur bahan bakar di Stalnoi Kon setelah terjadi serangan pesawat tak berawak besar-besaran.

Kantor berita Russia Interfax melaporkan bahwa serangan itu menargetkan fasilitas milik Transneft-Druzhba, yang mengoperasikan jaringan pipa minyak Druzhba, rute pasokan utama minyak Russia yang menuju sebagian besar Eropa tengah.

Gubernur Klychkov mengatakan tidak ada korban dalam serangan itu dan pihak pertahanan udara di wilayahnya telah berhasil menjatuhkan 11 pesawat tak berawak.

Kyiv secara rutin menyerang infrastruktur militer dan energi di Russia, terkadang jauh ke wilayah negara tetangganya itu sebagai respons terhadap serangan Moskwa terhadap infrastruktur di Ukraina. AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.