- Home
-
- Luar Negeri
-
- Semoga Perdamaian Segera T...
Semoga Perdamaian Segera Terwujud, Trump Sebut Penyelesaian Krisis Ukraina sebagai Prioritas Utama
Kamis, 12 Des 2024, 01:50 WIBPARIS â Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump, pada hari Selasa (10/12), mengatakan penyelesaian krisis Ukraina akan menjadi prioritas utamanya setelah ia memangku jabatan pada bulan Januari, seraya menggambarkan Timur Tengah sebagai situasi yang tidak terlalu sulit.
"Saya pikir kita harus menyelesaikan masalah Ukraina dengan Russia," katanya kepada majalah Prancis, Paris Match.
"Kedua negara itu kehilangan banyak sekali korban yang tidak dapat dipercaya. Ratusan ribu tentara terbunuh," kata Trump, menjawab pertanyaan tentang prioritas utamanya di panggung internasional.
"Timur Tengah tentu saja menjadi prioritas utama. Namun, saya pikir Timur Tengah adalah situasi yang tidak sesulit Ukraina dengan Russia. Namun, kedua situasi itu harus kita selesaikan dan kita harus menyelesaikannya dengan cepat. Banyak orang yang meninggal," kata Trump.
Trump terbang ke Paris untuk menghadiri pembukaan kembali Katedral Notre Dame pada 7 Desember, setelah kebakaran hebat pada tahun 2019.
Ia bertemu dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, dan pemimpin Ukraina, Volodymyr Zelensky selama kunjungannya ke Prancis, yang merupakan perjalanan internasional pertamanya sejak terpilih kembali.âKami mengadakan pertemuan yang baik dengan Presiden Zelensky,â kata Trump.
Dikutip dari The Straits Times, pada 10 Desember, Zelensky bersyukur atas tekad kuat Trump untuk mengakhiri perang di Ukraina.
Gencatan Senjata
Trump pernah membanggakan bahwa dia bisa mengakhiri konflik Ukraina dalam 24 jam. Pada 8 Desember, Trump menulis di platform Truth Social miliknya, âHarus ada gencatan senjata segera dan negosiasi harus dimulai.â
Ia juga menegaskan kembali seruannya agar Washington tidak campur tangan di Suriah, tempat Presiden lama Bashar al-Assad digulingkan oleh pemberontak dalam serangan kilat di akhir pekan.
âSuriah harus mengurus dirinya sendiri. Kami tidak terlibat di Suriah,â kata Trump dalam wawancara tersebut.
Sebelumnya, juru bicara PBB, Stephane Dujarric, mengatakan badan dunia itu menyerukan masyarakat global untuk mencegah eskalasi lebih lanjut dalam konflik Ukraina di tengah isu pengerahan pasukan dari negara-negara Barat ke Ukraina.
"Kami telah menyerukan agar konflik ini segera diakhiri dan tidak mendorong eskalasi lebih lanjut dari satu pihak atau pihak lain. Kami ingin melihat konflik ini berakhir demi warga sipil di Ukraina, demi warga sipil di Russia. Kami ingin melihat konflik ini berakhir sesuai dengan resolusi majelis umum, hukum internasional, dan integritas teritorial," kata Dujarric.
Badan Intelijen Russia menyatakan negara-negara Barat berencana mengerahkan sekita 100.000 "penjaga keamanan" di Ukraina untuk untuk memulihkan kemampuan tempur Ukraina.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Trump akan Bicara dengan Pemimpin Taiwan Pasca Kunjungan ke Beijing
-
Dinas Keamanan Ukraina Menganggap Serangan Russia terhadap Fasilitas Penyimpanan Limbah Nuklir sebagai Kejahatan Perang
-
Trump Minta Juru Runding AS Tidak Terburu-buru Capai Kesepakatan dengan Iran
-
Trump Sebut Kesepakatan dengan Iran Bisa Ditandatangani di Eropa Dalam Beberapa Hari ke Depan
-
Zelenskiy Kirim Surat Terbuka ke Putin, Usulkan Pertemuan Akhiri Perang
-
AS dan Iran Tandatangani MoU, Lalu Lintas Selat Hormuz Dibuka
-
Aturan Tak Tertulis Berpakaian Anggota Kabinet, Ternyata Trump Tidak Menyukai Sepatu Coklat
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.