RI Harus Antisipasi Tren Penguatan Dollar dan Perubahan Kebijakan Perdagangan AS

Kamis, 12 Des 2024, 01:55 WIB

JAKARTA– Pemerintah harus mewaspadai dampak kebijakan ekonomi dan politik Amerika Serikat (AS) pada 2025 seiring dengan kembalinya Donald Trump menjadi Presiden AS. Arah kebijakan Trump yang kemungkinan besar akan lebih akseleratif dibandingkan masa jabatan sebelumnya bisa berimplikasi signifikan terhadap ekonomi global, termasuk Indonesia.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Desember 2024, di Jakarta, Rabu (11/12), mengatakan dari sisi anggaran atau fiskal, Trump akan populis dengan memotong pajak korporasi, tetapi di sisi lain juga akan memangkas banyak sekali benefit-benefit yang akan dinikmati masyarakat AS.

Ket. Foto: Sri Mulyani Indrawat - Menteri Keuangan - Kebijakan tarif tinggi yang diusulkan Trump, termasuk ancaman tarif 100 persen untuk negara anggota BRICS dan kenaikan tarif sebesar 60 persen pada produk Tiongkok, berpotensi meningkatkan ketegangan geopolitik — Sumber: istimewa

Dengan demikian, dari sisi keseimbangan fiskal harus dilihat kembali. Sedangkan , dari sisi politik, kebijakannya terkait imigrasi, konflik antara Russia dengan negara lain, maupun komitmen AS terhadap climate change juga akan berubah.

“Kebijakan tarif tinggi yang diusulkan Trump, termasuk ancaman tarif 100 persen untuk negara anggota BRICS dan kenaikan tarif sebesar 60 persen pada produk Tiongkok, berpotensi meningkatkan ketegangan geopolitik dan disrupsi rantai pasok global,” kata Menkeu.

Selain itu, kebijakan proteksionis AS dapat menahan laju penurunan suku bunga Fed Fund Rate (FFR) hingga menyebabkan volatilitas harga komoditas global. Oleh karena itu, Menkeu menekankan pentingnya langkah antisipasi di tengah dinamika tersebut, terutama terkait tren penguatan dollar dan perubahan kebijakan perdagangan AS.

Indonensia, kata Menkeu, sebenarnya punya kesempatan memperkuat posisinya dalam ekonomi global dengan memastikan keamanan pangan dan energi. Selain itu, juga memosisikan Indonesia sebagai pemain kunci dalam jalur rantai pasok komoditas strategis.

Ambil Keuntungan

Pakar Hubungan Internasional Universitas Brawijaya (UB), Malang, Adhi Cahya Fahadayna, mengatakan AS di bawah Trump dengan visi utamanya “America First” dan “Make America Great Again”, akan memfokuskan negara itu pada kebijakan yang lebih isolationis. AS akan lebih tegas mempertahankan posisi dalam perang dagang dengan Tiongkok untuk melindungi industri nasionalnya, sehingga ekspektasi penguatan dollar AS akan terus berlanjut.

Kendati demikian, Indonesia memiliki peluang untuk meningkatkan posisi tawarnya dengan membina hubungan yang lebih strategis dengan Tiongkok, meskipun ini mungkin berdampak pada turunnya kredibilitas Indonesia di mata AS.

Direktur Eksekutif Indef, Esther Sri Astuti, mengatakan biasanya kebijakan Trump akan lebih protektif di dalam negeri dan untuk kebijakan luar negeri cenderung lebih agresif menyerang negara yang paling banyak impor ke AS.

Di sisi lain, Trump punya program friendshoring, merangkul negara-negara yang memberi benefit pada AS.Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unika Atma Jaya, YB. Suhartoko, mengatakan Indonesia bisa mengambil keuntungan jika Trump benar-benar mau merangkul negara yang menurutnya bisa memberi keuntungan.

“Potensi meningkatkan kerja sama cukup besar, mengingat AS merupakan salah satu mitra dagang terbesar. Dalam konteks hilirisasi, kerja sama yag dapat ditingkatkan adalah peningkatan investasi AS di Indonesia yang hasil produk setengah jadinya bisa diekspor ke AS sebagai input industri mereka,” katanya.

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini, Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.