Sentimen Global Masih Dominan, Berikut Prediksi IHSG
Rabu, 11 Des 2024, 08:45 WIBJAKARTA â Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan tren positif dalam perdagangan tengah pekan ini. Pergerakan IHSG bakal dipengaruhi sikap pasar menantikan data penting ekonomi di Tiongkok dan Amerika Serikat (AS).
Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana melihat sejumlah sentimen yang bakal mempengaruhi IHSG, hari ini meliputi pergerakan rupiah, dan sikap investor menantikan rilis data ekonomi Tiongkok dan inflasi di AS yang bakal menjadi pertimbangan bank sentral setempat (The Fed) memutuskan kebijakan bulan ini. Karenanya, Herditya memprotyeksikan IHSG dalam perdagangan, Rabu (11/12), bergerak menguat dengan support 7.396 dan resistance 7.457.
Sebelumnya, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (10/12) sore, ditutup naik mengikuti penguatan bursa saham kawasan Asia. IHSG ditutup menguat 15,56 poin atau 0,21 persen ke posisi 7.453,29. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 3,07 poin atau 0,35 persen ke posisi 890,52.
âBursa regional Asia bergerak menguat yang ditopang sikap pelaku pasar yang merespons upaya Tiongkok dalam mendorong pertumbuhan ekonominya," sebut Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta.
Hal tersebut seiring dengan hasil pertemuan Politbiro Tiongkok, yang mengindikasikan bahwa tahun depan akan mengadopsi kebijakan fiskal yang lebih proaktif untuk mendukung pemulihan.
Selain itu, juga kebijakan moneter yang longgar untuk pertama kalinya dalam 14 tahun dan akan fokus terhadap peningkatan permintaan dan memacu konsumsi. Hal tersebut tentunya memberikan indikasi akan adanya rencana stimulus lanjutan Tiongkok untuk membangkitkan pertumbuhan ekonomi dan pasar memandang sebagai antisipasi dalam menghadapi perang dagang di saat pemerintahan baru Amerika Serikat (AS) yang dipimpin oleh Donald Trump.
Dari dalam negeri, berdasarkan data Bank Indonesia (BI) periode 2 sampai 5 Desember 2024, aliran modal asing keluar sebesar (capital outflow) sebesar 5,13 triliun rupiah. Dengan masih terjadinya capital outflow itu, mendorong premi risiko investasi di Indonesia juga meningkat, sehingga dikhawatirkan akan berdampak pada ketahanan eksternal Indonesia di tengah kondisi global yang masih menghadapi tekanan.
Dibuka melemah, IHSG betah di teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG bergerak ke zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, lima sektor menguat yaitu dipimpin sektor barang baku sebesar 1,90 persen, diikuti oleh sektor barang konsumen non primer dan sektor energi yang masing- masing naik sebesar 0,91 persen dan 0,62 persen.
Sedangkan, enam sektor melemah yaitu sektor properti turun sebesar minus 0,97 persen, diikuti oleh sektor industri dan sektor kesehatan yang masing- masing minus sebesar 0,83 persen dan 0,63 persen.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.400.000 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 23,19 miliar lembar saham senilai 15,60 triliun rupiah. Sebanyak 282 saham naik 322 saham menurun, dan 342 tidak bergerak nilainya.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara, Muchamad Ismail
Berita Terkait:
-
Whoosh Ngebut Lagi, 62 Perjalanan Siap Layani Penumpang
-
Singkirkan Khamenei, Trump Ingin Lanjutkan Perundingan dengan Pemimpin Baru Iran
-
AHY Dorong Hunian TOD di Kota Besar untuk Atasi Keterbatasan Lahan
-
Tak Tanggung-tanggung, Maluku Sajikan 47 Event Wisata di 2026 untuk Dongkrak Kunjungan Turis
-
Pemeriksaan Fadia Arafiq di KPK
-
Liga Champions: Gol Penalti Yamal Selamatkan Barcelona dari Kekalahan di Kandang Newcastle
-
Regulasi Baru Guncang Peta Persaingan F1
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.