Bekasi: Bahan Pokok Natal dan Tahun Baru Aman

Selasa, 10 Des 2024, 03:15 WIB

BEKASI - Pasokan bahan pokok aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang periode libur perayaan hari besar keagamaan Natal hingga Tahun Baru 2025.

“Secara keseluruhan aman. Harga juga relatif terjangkau. Semua kebutuhan pokok dapat terpenuhi, kecuali bawang yang masih mengandalkan impor,” jelas Penjabat Bupati Bekasi, Dedy Supriyadi usai rapat pengendalian inflasi di Cikarang, Senin.

Ket. Foto: Penjabat Bupati Bekasi Dedy Supriyadi (depan) menghadiri rapat pengendalian inflasi daerah yang digelar Kementerian Dalam Negeri secara virtual dari Ruang Rapat Diskominfosantik Kabupaten Bekasi, Senin (9/12). — Sumber: ANTARA/Pradita Kurniawan Syah

Dedy Supriyadi menghadiri rapat pengendalian inflasi daerah yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara virtual di Ruang Rapat Diskominfosantik Kabupaten Bekasi.

Dia menyatakan, rapat pengendalian inflasi dipimpin langsung Presiden Prabowo Subianto. Agendanya membahas langkah-langkah strategis dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2025.

Presiden Prabowo ­Subianto, kata dia, menekankan penting pengendalian inflasi dan pemantauan kebutuhan bahan pokok di seluruh wilayah kabupaten dan kota, termasuk Kabupaten Bekasi.

“Presiden berharap kebutuhan bahan pokok bisa terjaga dan terkendali. Ini terutama menjelang Natal dan Tahun Baru. Syukurlah di Kabupaten Bekasi, pasokan hingga saat ini masih aman. Semoga situasi ini terus terjaga,” katanya.

Presiden mendorong seluruh daerah untuk mewujudkan swasembada pangan. Pemerintah daerah juga diimbau memanfaatkan potensi wilayah untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat.

“Kabupaten Bekasi akan terus berupaya menciptakan swasembada pangan. Jika ada kebutuhan yang tidak bisa diproduksi, kami akan bekerja sama dengan wilayah lain yang memiliki surplus produksi,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Bekasi dalam waktu dekat juga akan menandatangani nota kesepahaman dengan Perum Bulog untuk mengelola cadangan pangan sebagai bagian dari antisipasi kelangkaan bahan pokok.

Melalui skema kerja sama itu, seluruh wilayah desa maupun kelurahan di Kabupaten Bekasi didorong membangun lumbung pangan untuk menjaga pasokan terutama pada musim paceklik atau kondisi darurat lain.

“Kita juga akan menitipkan stok sementara di Bulog sambil membangun lumbung-lumbung pangan di desa-desa. Ini langkah strategis agar kebutuhan pokok tetap aman dan terkendali, terutama saat terjadi krisis seperti kekeringan atau paceklik,” katanya. Dedy juga menyoroti penting pemanfaatan lahan tidur untuk mendukung produksi sembilan bahan pokok.

Dia optimistis langkah ini akan membantu Kabupaten Bekasi menjadi daerah swasembada pangan sekaligus berkontribusi pada visi nasional menuju Indonesia Emas 2045.

“Kami akan mengerahkan seluruh potensi untuk mendukung ketahanan pangan. Semua instansi Kabupaten Bekasi bergerak bersama demi kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.

Menurut Dedy, langkah-langkah strategis Pemerintah Kabupaten Bekasi ini sebagai bentuk komitmen mendukung kebijakan pemerintah pusat melalui arahan Presiden dalam rangka mewujudkan kedaulatan pangan dan stabilitas ekonomi nasional.

“Semua diharapkan dapat bersinergi agar kebutuhan masyarakat bisa tetap terjangkau dan bebas dari kelangkaan,” tandasnya. Ant/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.