Ternyata Ini Penyebabnya Kenapa AS Kembali Tunda Misi Artemis ke Bulan

Jumat, 06 Des 2024, 19:13 WIB

Los Angeles - NASA pada Kamis (5/12) mengumumkan penundaan misi eksplorasi Bulan Artemis usai ditemukan masalah teknis pada wahana antariksa Orion miliknya.

NASA kini menargetkan akan meluncurkan Artemis II, misi eksplorasi Bulan berawak pertamanya pada April 2026 dan pertengahan 2027 untuk Artemis III, misi pendaratan di bulan yang bersejarah untuk menjelajahi wilayah kutub selatan bulan.

Artemis III akan menjadi misi pertama yang membawa astronaut Amerika Serikat (AS) kembali menginjakkan kaki di permukaan bulan dalam lebih dari 50 tahun.

NASA sebelumnya mengumumkan peluncuran Artemis II akan dilakukan pada September 2025 dan Artemis III pada September 2026.

Penundaan tersebut diputuskan setelah NASA menyimpulkan pemeriksaan masalah teknis yang ditemukan dalam misi Artemis I pada 2022.

Uji penerbangan Artemis I, yang membawa wahana antariksa Orion, dilakukan pada 16 November 2022, dari Kennedy Space Center milik NASA di Florida. Misi Artemis I merupakan uji penerbangan terpadu pertama dari sistem eksplorasi antariksa dalam (deep space) milik NASA, yang mencakup wahana antariksa Orion, roket Roket Sistem Peluncuran Luar Angkasa (space launch system/SLS), dan sistem-sistem di Bumi.

Dalam misi Artemis I, wahana antariksa Orion secara tidak terduga kehilangan material pada bagian pelindung panasnya, menurut NASA.

Melalui analisis yang ekstensif, termasuk dari 100 lebih pengujian di fasilitas-fasilitas khusus di seluruh AS, diketahui pelindung panas pada Artemis I tidak memungkinkan cukup banyak gas yang dihasilkan di dalam material yang disebut Avcoat untuk keluar, yang menyebabkan sebagian material retak dan patah.

Avcoat dirancang untuk terkikis saat memanas dan merupakan material penting dalam sistem perlindungan termal yang melindungi Orion beserta awaknya dari suhu hampir 5.000 derajat Fahrenheit yang dihasilkan ketika Orion melewati atmosfer Bumi saat kembali dari bulan, menurut NASA.

Sekitar 200 sampel Avcoat diambil dari pelindung panas Artemis I di Marshall Space Flight Center milik NASA di Alabama untuk dianalisis dan diperiksa.

"Kami menganggap serius proses investigasi pelindung panas ini dengan mengutamakan keselamatan para awak sebagai pendorong utama investigasi," kata Manajer Program Orion Howard Hu di Johnson Space Center milik NASA di Houston, AS.

"Prosesnya sangat panjang. Kami memberi waktu yang dibutuhkan oleh tim untuk menyelidiki setiap kemungkinan penyebabnya, dan mereka bekerja tanpa lelah untuk memastikan kami bisa memahami fenomena tersebut dan langkah-langkah yang diperlukan guna memitigasi isu ini untuk misi mendatang," kata dia.

NASA menyatakan tim insinyur sudah merakit dan mengintegrasikan wahana antariksa Orion untuk misi Artemis III berdasarkan hasil yang telah dipelajari dari Artemis I dan menerapkan sejumlah penyempurnaan pada pembuatan pelindung panas untuk para awak yang kembali dari misi pendaratan di bulan guna mencapai keseragaman dan permeabilitas yang konsisten.

Wahana antariksa Orion, yang dibangun oleh NASA dan kontraktor utama Lockheed Martin, saat ini menjadi satu-satunya wahana antariksa yang mampu melakukan penerbangan luar angkasa berawak dan kembali ke bumi dengan kecepatan tinggi dari area sekitar bulan.

Pada misi eksplorasi Bulan Artemis milik NASA, Orion akan membawa para kru ke luar angkasa, menyediakan kemampuan untuk melakukan pembatalan darurat, mendukung semua kru selama perjalanan luar angkasa serta menyediakan manuver masuk kembali (re-entry) yang aman dari velositas manuver pulang luar angkasa dalam.

Melalui program Artemis, NASA berencana mendaratkan astronaut wanita pertama, orang kulit berwarna pertama, dan mitra internasional pertamanya di bulan serta membangun eksplorasi jangka panjang untuk penemuan ilmiah dan persiapan misi pendaratan manusia ke Mars.

Ket. Foto: Amerika Serikat (AS) kembali menunda misi Artemis ke bulan. — Sumber: ANTARA/Xinhua

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Karhutla Makin Mengancam, Kemenhub Fasilitasi Pesawat Asing untuk Perkuat Penanganan

Aturan Baru Florida Bikin Geger! Ngebut Ditilang, Berkendara Lambat Juga Kena

Potensi Karhutla pada Musim Kemarau, BMKG Minta Masyarakat DIY Waspada

Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia

Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Polda Lampung: Tim Pastikan Tak Ada Titik Api Lain

Fitur Canggih Mobil Ternyata Jarang Dipakai, Ada yang Tak Tahu Cara Menggunakannya

Krisis Air Bersih di Natuna! Pemkab Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Kekeringan Meteorologis, BMKG Ingatkan Seluruh Wilayah Jateng untuk Siaga

Curanmor Merajalela! Polda Banten Bongkar Sindikat yang Beraksi di 14 Lokasi

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

Prawirotaman Adakan Festival Guna Menunjang Kunjungan Wisata

Warga Semarang yang Akan Menikah, Lihat Pameran 50 Vendor Wedding

Jatim Hari Ini Cerah-Berawan, Gelombang hingga 3,7 Meter Mengintai Perairan Selatan

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.