Terancam Pergerakan Tanah, PVMBG Minta 22 Rumah di Desa Wargasari Cianjur Dikosongkan

Senin, 02 Des 2024, 15:58 WIB

CIANJUR - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) meminta 22 rumah di Desa Wargasari, Kecamatan Kadupandak, Cianjur, Jawa Barat, dikosongkan karena pergerakan tanah terus meluas dan semakin dalam sehingga dapat mengancam keselamatan pemilik.

Sekretaris Kecamatan Kadupandak Mumuh Parhamubin saat dihubungi Senin (2/12), mengatakan petugas dari PVMBG Jawa Barat (Jabar) sudah melakukan penelitian di sejumlah lokasi pergerakan tanah yang melanda dua desa di Kecamatan Kadupandak, Desa Wargasari dan Sukaraja.

"Hasilnya bangunan rumah yang masuk dalam zona merah tidak dapat dihuni kembali, karena pergerakan tanah terus terjadi sehingga 22 rumah diantaranya harus dikosongkan karena rawan ambruk," katanya.

Bahkan pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pihak desa untuk segera menyiapkan lahan untuk relokasi, yang kemungkinan besar jumlahnya akan bertambah sesuai hasil penelitian PVMBG karena pergerakan tanah dan longsor masih terjadi.

Terlebih selama beberapa hari terakhir curah hujan yang turun masih tinggi, kata dia, sehingga pergerakan tanah terus meluas dan bertambah dalam. Bahkan di sejumlah titik di Desa Wargasari pergerakan tanah menyebabkan jalan antar-desa dan saluran irigasi rusak.

"Kami juga sudah meminta warga di wilayah terancam untuk siaga dan segera mengungsi jika hujan turun deras hingga malam, karena prediksi PVMBG longsor susulan dan pergerakan tanah dapat meluas seiring hujan turun," katanya.

Pihaknya mencatat selama Tanggap Darurat Bencana (TDB) sekitar 27 Kepala Keluarga (KK) dengan 72 jiwa mengungsi di aula desa, sedangkan sisanya sekitar 130 jiwa lebih mengungsi ke rumah saudaranya yang dinilai aman meski dalam kondisi terancam.

Selama mengungsi, petugas gabungan terdiri dari BPBD, TNI/Polri, Dinas Sosial, Retana, PMI Cianjur, dan relawan lainnya, memberikan berbagai layanan kemanusiaan mulai dari dapur umum, layanan kesehatan, pendistribusian logistik, dan bantuan lainnya.

"Kami masih menunggu hasil kajian dan penelitian di Desa Sukaraja yang juga mengalami hal yang sama, sehingga kordinasi dengan pihak desa terus ditingkatkan guna menyiapkan lahan untuk relokasi," katanya.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

Berita Terbaru

BMKG Prakirakan Sebagian Besar Wilayah RI Diprakirakan Cerah Berawan pada Minggu

Shopee Gandakan Donasi, Perkuat Gotong Royong Digital untuk Pemulihan Paska Gempa NTT

PT KAI Menilai Sejumlah Kegiatan di Purwokerto Tingkatkan Mobilitas Masyarakat

Lampaui Target Nasional, Banten Jadi Contoh CKG-TBC

Tidak Hanya Jadi Ajang Olahraga, Purwokerto City Run 2026 Kenalkan Budaya Lokal

KemenPU Tangani 1.229 Titik Kekeringan: 41 Ribu Hektar Sawah & 616 Ribu Jiwa Terbantu

Kebakaran Rumah di Kebayoran Baru, Sebanyak 81 Personel Dikerahkan

Gempa M5,9 Mengguncang Jepang Bagian Timur termasuk Tokyo, Layanan Kereta Api Terganggu

269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar

Budi Doremi Rilis Lagu Baru "Cinta Sendiri", Ajak Pendengar untuk Move On

Jaga Tradisi 5 Abad Kota Banjarmasin, Pemkot Gelar Festival Karya Tari

Peringati HUT RI, Polda Metro Jaya Fasilitasi Perpanjangan SIM Gratis Ribuan Pengemudi Ojol

IQAir: Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat Pagi Ini, Kelima Terburuk di Dunia

Kebakaran Melanda Kampung Adat Sade di Lombok Tengah, Rumah Suku Sasak Hangus Terbakar

Tim Bola Voli Putri Indonesia Bungkam Kazakstan, Revans Terbayar

Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia

Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU

Karhutla di Jambi Terus Meningkat, Perusahaan Migas Petrochina Jabung Bantu Padamkan

Liga Inggris: Manchester United Tersungkur di Kandang Hull, Tottenham Dipermalukan Brentford

Serie A Italia: Inter dan Napoli Awali Musim 2026-27 dengan Kemenangan, De Bruyne Jadi Pembeda

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.