Pacu Hilirisasi, Menperin Tinjau Kawasan Industri Nikel Terintegrasi di Maluku Utara
Jumat, 29 Nov 2024, 08:50 WIBJAKARTA-Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memaparkan bahwa Kemenperin siap mendukung pengembangan PT IWIP, Maluku Utara sebagai kawasan industri nikel terintegrasi.
Ditegaskan Menperin bahwa dukungan Kemenperin termasuk dalam hal pemenuhan sumber daya manusia (SDM) industri yang sesuai dengan kebutuhan industri.Â
 âTugas kami termasuk mengejar gap antara kemampuan SDM dan kebutuhan perusahaan. Kami sangat terbuka kerja sama dengan IWIP dalam pembangunan politeknik untuk mendukung pengembangan kapasitas SDM IWIP maupun masyarakat sekitar,âucap Agus.
Sebagai gambaran, Kawasan industri Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) ini terletak di Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara. Pada Kamis (28/11), Menteri Agus meninjau kawasan IWIP ini. Kata Agus hilirisasi berbasis tambang ini menjadi fokus Kemenperin.
"Tujuan kunjungan kami adalah untuk melihat kesiapan groundbreaking terhadap tiga proyek baru PT IWIP serta pelepasan ekspor precursor yang diharapkan bisa diresmikan pada awal tahun 2025 oleh Presiden Prabowo Subianto,â jelas Menperin.
Kawasan industri IWIP dilengkapi dengan fasilitas meliputi bandar udara seluas 2.200 meter persegi, power plant, serta pelabuhan khusus. Hingga tahun 2024 ini, dari komitmen investasi sebesar 20 Miliar dollar AS telah direalisasikan sekitar 15 Miliar dollar AS. PT IWIP telah menyerap tenaga kerja sejumlah 81.000 orang dari target penyerapan sebesar 100 ribu pekerja, yang diharapkan terpenuhi pada tahun depan. Sebanyak 45 perusahaan telah menjadi tenant PT IWIP.
Sebagai gambaran, hilirisasi tambang di antaranya untuk komoditas nikel, tembaga, dan bauksit, merupakan salah satu kelompok industri prioritas pengungkit pertumbuhan ekonomi. Potensi Produk Domestik Bruto (PDB) dari hilirisasi komoditas nikel dapat mencapai 14,2 juta dollar AS dengan potensi penyerapan tenaga kerja sebesar 169 ribu orang, pontensi investasi hingga 42,5 juta dollar AS, serta potensi ekspor mencapai 32,1 juta dollar AS.
âHilirisasi industri berbasis tambang juga mendukung ekosistem kendaraan listrik (EV). Kawasan industri berbasis nikel yang kami kunjungi hari ini ditargetkan beroperasi secara terintegrasi mulai dari mulut tambang hingga menjadi produk baterai listrik,â ujar Menperin.Â
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Enam Perusahaan Grup Astra dan Yayasan Astra Resmi Memulai Program IKM Development 2026 dalam Perkuat Rantai Pasok Industri Nasional
-
Persib Temui Dubes Prancis Pererat Hubungan Negara Melalui Sepak Bola
-
Harga Emas Antam Jumat (03/4) Pagi Turun Rp65.000 Jadi Rp2,857 Juta/Gram
-
Kelola KEK Maloy Lebih Serius, Kaltim Bidik Investasi Skala Besar
-
Kemenperin Berkolaborasi dengan Apple Academy Perkuat Ekosistem Digital RI
-
Tetap Bugar Saat Puasa: Ichitan Bagikan Kesegaran Thai Coco Water untuk Pejuang Mobilitas di 8 Kota Besar
-
La Liga Spanyol: Tanpa Raphinha, Barca Andalkan Magis Yamal Hadapi Atletico
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.