• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Kenali Bahaya Penyakit Cac...

Kenali Bahaya Penyakit Cacar Air, Ini Cara Pengobatan yang Tepat dari IDI Kabupaten Grobogan

Jumat, 29 Nov 2024, 13:01 WIB

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Grobogan idikabgrobogan.org saat ini tengah melakukan penelitian lebih lanjut terkait penyakit cacar air yang bisa mengganggu aktivitas dan kesehatan. Ada beberapa penyebab terjadinya cacar air bagi anak-anak hingga orang dewasa, serta obat yang direkomendasikan untuk penderitanya.

Cacar air adalah penyakit yang cukup serius, penyakit ini dapat dialami oleh anak-anak, remaja hingga orang dewasa. Gejala awal dari penyakit cacar air pada anak hingga orang dewasa lebih sering berupa peningkatan suhu tubuh, nyeri kepala, menggigil, dan berkurangnya nafsu makan. 

Ket. Foto: — Sumber: iStockphoto/Marina Demidiuk

IDI yang merupakan organisasi sekaligus wadah profesi bagi para dokter di Indonesia didirikan pada tanggal 24 Oktober 1950. IDI Kabupaten Grobogan adalah organisasi profesi yang mewadahi para dokter yang berpraktek di wilayah Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. IDI Kabupaten Grobogan berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di daerah tersebut. 

Apa saja penyebab terjadinya cacar air pada anak-anak hingga orang dewasa? 

IDI Kabupaten Grobogan menjelaskan bahwa cacar air, atau varicella, adalah infeksi yang disebabkan oleh virus Varicella zoster. Penyakit ini dapat menyerang anak-anak maupun orang dewasa. Berikut adalah penyebab utama terjadinya cacar air meliputi:

1. Infeksi virus

Cacar air disebabkan oleh virus varicella-zoster, yang sangat menular. Virus ini dapat menyebar melalui percikan air liur dari penderita yang terinfeksi, kemudian menyentuh lepuhan atau cairan dari lepuhan cacar air orang yang terinfeksi juga dapat menyebabkan cacar air.

2. Penularan ibu ke bayi

Selain cacar air dapat menyerang usia anak-anak hingga orang dewasa, cacar air dapat ditularkan dari ibu hamil kepada bayi melalui plasenta, terutama jika ibu terinfeksi pada trimester pertama kehamilan.

3. Sistem kekebalan tubuh yang lemah

Individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti mereka yang sedang menjalani pengobatan imunosupresif atau memiliki kondisi medis tertentu (misalnya HIV/AIDS), lebih rentan terhadap infeksi cacar air dan dapat mengalami gejala yang lebih parah.

4. Kebersihan lingkungan yang buruk

Faktor terakhir terjadinya cacar air adalah karena lingkungan yang kotor. Lingkungan dengan jumlah orang yang padat atau tempat-tempat di mana banyak orang berkumpul (seperti sekolah, tempat kerja dan rusun) dapat meningkatkan risiko penularan virus.

Apa saja obat yang direkomendasikan untuk penderita cacar air?

Penderita penyakit cacar air dapat diobati dengan cara yang tepat. Berikut adalah rekomendasi obat untuk mengatasi penyakit cacar air pada anak-anak hingga orang dewasa meliputi: 

1. Obat Acyclovir

Obat ini digunakan untuk mengatasi infeksi virus varicella-zoster. Acyclovir dapat membantu mengurangi keparahan gejala jika diberikan dalam 24-48 jam setelah munculnya ruam. Tersedia dalam bentuk tablet, salep, dan infus. Dosis umum untuk dewasa adalah 800 mg lima kali sehari selama tujuh hari.

2. Obat Valacyclovir

Obat ini merupakan prodrug dari acyclovir yang lebih mudah diserap oleh tubuh. Dosis biasanya disesuaikan dengan kondisi pasien dan harus berdasarkan resep dokter.

3. Obat Antihistamin

Obat seperti cetirizine atau diphenhydramine dapat membantu meredakan rasa gatal akibat ruam cacar air. Dosis tergantung pada jenis antihistamin yang digunakan dan harus mengikuti petunjuk pada kemasan atau sesuai anjuran dokter

Sebagian besar obat di atas memerlukan resep dokter, terutama antivirus seperti acyclovir dan valacyclovir. Jika gejala tidak kunjung membaik atau memburuk, segera konsultasikan ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

(IKN)

Penulis: Tim Redaksi

Berita Terbaru

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

Ada Apa dengan Rekening Dana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu? Polda Metro Jaya Jelaskan

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Parkir Rp60.000 per Jam Bikin Geger, Ini Respons Pramono

Udara Jakarta Terancam Polusi, Pramono Minta Masyarakat Hentikan Kebiasaan Bakar Sampah

Karhutla Makin Serius! Kemenhub Terbitkan 35 Izin Pesawat Asing Bantu Atasi Kebakaran

Bukan Sekadar Diskon! Subsidi Motor Listrik Disebut Bisa Pacu Industri Nasional

Gerak Cepat Atasi Karhutla! Operasi Modifikasi Cuaca Berlanjut, BMKG Kini Bergerak ke Berau

Nasib 193 Pedagang Ikan Kramat Jati Terungkap, Bakal Dipindah ke Lokbin

Bukan Sekadar Kebakaran! Presiden Minta Usut Dugaan Koneksi Pembakar Lahan dan Korporasi

613 PKL Kramat Jati Bakal Dipindahkan, Ini 4 Lokasi yang Disiapkan Pasar Jaya

Coco Gauff Juara Cincinnati Open 2026! Tampil Perkasa dan Ukir Prestasi Gemilang

Pedagang Ikan Pasar Kramat Jati Bakal Direlokasi, Ini Persiapannya

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.