Banyak Sekali, 9.482 Warga Terdampak Banjir Pidie Jaya
Senin, 25 Nov 2024, 16:35 WIBBanda Aceh - Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) menyebut sebanyak 9.482 warga dari 1.104 kepala keluarga (KK) di Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh terdampak banjir di tengah Aceh yang sudah memasuki musim penghujan.
âPengungsi masih dalam proses pendataan, tidak ada korban jiwa,â kata Kepala Pelaksana BPBA Teuku Nara Setia di Banda Aceh, Senin.
Ia menjelaskan peristiwa banjir ini mulai terjadi di Pidie Jaya pada Minggu (24/11), yang dipicu hujan intensitas tinggi mengguyur wilayah setempat, sehingga mengakibatkan banjir merendam sejumlah kecamatan di daerah itu.
Daerah terdampak meliputi Kecamatan Bandar Baru sebanyak sembilan desa, Kecamatan Pante Raja tujuh desa, Kecamatan Trienggadeng empat desa, Kecamatan Meureudu 16 desa, dan Kecamatan Meurah Dua tujuh desa.
âHujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kabupaten Pidie Jaya menyebabkan terjadinya banjir,â ujarnya.
Menurutnya, data sementara BPBD Pidie Jaya mencatat dampak material dalam peristiwa tersebut yakni banjir merendam sebanyak 3.678 unit rumah warga, 30 unit fasilitas umum, 147 hektare lahan sawah, dan 104 hektare tambak warga.
âKerugian masih dalam proses pendataan,â ujarnya.
Data sementara jumlah korban terdampak sebanyak 9.482 jiwa dalam 1.104 KK yang tersebar di Kecamatan Bandar Baru, Meureudu dan Meurah Dua. Sementara di Kecamatan Trienggadeng dan Panteraja masih dalam pendataan petugas.
âKondisi terakhir di lima kecamatan air sudah berangsur surut,â ujarnya.
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat Provinsi Aceh untuk mewaspadai potensi bencana banjir hingga tanah longsor yang dipicu curah hujan tinggi di daerah Tanah Rencong itu dalam beberapa hari ke depan.
Prakirawan BMKG Kelas I Sultan Iskandar Muda Aceh Besar Betsi mengatakan saat ini wilayah Aceh sudah sepenuhnya memasuki musim penghujan sehingga warga perlu waspada terhadap berbagai potensi bencana alam.
âWaspada potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin kencang dan lainnya akibat hujan lebat yang terus- menerus maupun dengan durasi lama,â kata Betsi.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
BPBD Situbondo Catat Ribuan Rumah Terdampak Banjir dan Angin Kencang
-
Akhiri Ketergantungan Impor, Swasembada Garam Dikejar 2027
-
Inggris Lobi Arab Saudi Amankan Pasokan Minyak
-
No Open House di Rumah Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman Tegaskan Idul Fitri 1447 H Tetap Khidmat
-
Kendaraan Tinggalkan Jabotabek Capai 1,48 Juta Unit per H-3 Lebaran
-
Pascabanjir di wilayah Solo dan Sukoharjo
-
Banjir Rendam 12 RT dan Empat Ruas Jalan di Jakarta Barat
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.