227 Keluarga Harus Kosongkan Kolong Tol Angke Sebelum 1 Desember

Sabtu, 23 Nov 2024, 00:05 WIB

Jakarta - Sebanyak 227 keluarga di kolong Tol Angke, Jelambar Baru, Grogol Petamburan, Jakarta barat bakal direlokasi dan diharuskan sudah mengosongkan hunian ilegal tersebut sebelum 1 Desember 2024.

"1 Desember (2024) harus sudah steril. Otomatis, warga harus sudah pindah," kata Camat Grogol Petamburan Agus Sulaeman dalam sosialisasi relokasi kepada warga kolong Tol Angke di Jakarta, Jumat.

Ket. Foto: Sosialisasi rencana relokasi warga kolong Tol Angke, Jelambar Baru, Jakarta Barat di RPRTA Duta Mas, Jalan Kusuma 6 C, Jelambar Baru, Jumat (22/11/2024). — Sumber: ANTARA/Risky Syukur

Agus menuturkan dalam sosialisasi warga telah setuju untuk direlokasi.

"Sosialisasi terkait dengan rencana relokasi warga kolong Jelambar Baru dengan jumlah kepala keluarga 227. Itu sudah fixed," kata Agus.

Sosialisasi tersebut menyampaikan sejumlah layanan Pemprov DKI Jakarta yang akan didapat warga kolong Angke usai relokasi.

Agus menuturkan bahwa dalam sosialisasi tersebut, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) bersangkutan telah menjamin ketersediaan layanan-layanan tersebut, misalnya status kependudukan, layanan kesehatan, pendidikan anak-anak dan lainnya.

"Soal kependudukan, data-data kependudukan mereka juga minta dibantu terkait dengan NIK dari daerah, KTP daerah, supaya bisa diproses pindah ke sini. Kemudian yang non-NIK pun mereka supaya dibantu untuk diterbitkan NIK. Dan itu semua dijawab (dipastikan) oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait," kata Agus.

Meskipun demikian per 1 Desember 2024 kolong Tol Angke sudah harus steril dari para penghuni, pihak Agus belum mendapatkan kepastian dari pihak Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Jakarta Barat terkait ketersediaan hunian baru.

"Yang perlu kepastian itu adalah ketersediaan rusun dari Dinas Perumahan. Itu kan harus betul-betul tersedia. Tadi mereka malah minta (relokasi) duluan. Jangan sampai nanti dibongkar dulu, kemudian mereka keleleran (terlantar) di mana-mana," ucap Agus.

Menurut Agus hunian tujuan relokasi seharusnya ada terlebih dahulu sementara proses dapat dilakukan kemudian.

"Bahwa sekarang yang kita upayakan itu adalah bagaimana memindahkan orang dulu, sambil secara paralel proses administrasi bisa belakangan," ungkap Agus.

Sementara itu, Petugas Unit Pengelola Rumah Susun (UPRS) V Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta, Arya menyebut telah menyiapkan 94 unit rumah susun yang tersebar di wilayah Jakarta Barat, seperti Rawa Buaya, Flamboyan, Tegal Alur, dan Daan Mogot.

Arya mengatakan terkait jumlah keluarga yang direlokasi melebihi jumlah unit rumah susun di Jakarta Barat, maka sebagian akan direlokasi ke luar wilayah Jakarta Barat atau ke UPRS lain.

"Nanti direlokasi ke UPRS lain," kata Arya saat ditemui usai sosialisasi.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Antisipasi Gempa Susulan, Misa Digelar di Halaman Gereja

ISPA Jadi Keluhan Terbanyak di Pengungsian Gempa NTT, Posko Kesehatan Disiagakan

Kemarau Panjang, Debit Situ Cileunca Menyusut dan Ganggu Pasokan Air Bersih Bandung Raya

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.